Menjemput Harapan di Tengah Kemarau: Senyum Warga Sambut Aliran Air Bersih

  • 14 Sep 2026 10:16 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO — Terik matahari musim kemarau menyengat di wilayah Kabupaten Pohuwato dan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Sudah bertulan-bulan tanah mengering, dan sumber air yang biasa diandalkan warga perlahan surut hingga menyisakan dasar sumur yang retak. Bagi warga di pelosok desa, setiap tetes air bersih kini menjadi barang mewah yang paling dicari.

Rasa dahaga dan kecemasan itu dirasakan betul oleh Susanti, seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Taluditi. Bagi Susanti dan tetangga-tetangganya, beberapa bulan terakhir adalah perjuangan panjang untuk bertahan hidup di tengah krisis air.

"Desa kami telah 4 bulan kekurangan air bersih," tutur Susanti dengan nada emosional saat mengingat masa-masa sulit tersebut. Namun raut wajahnya berubah lega saat melihat iring-iringan truk tangki air mulai memasuki desanya. "Alhamdulillah, atas bantuan Kementerian Pekerjaan Umum kami sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih."

Kisah Susanti hanyalah satu dari ribuan cerita warga Gorontalo yang terdampak kekeringan hebat tahun ini. Merespons kondisi darurat tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo bergerak cepat turun ke lapangan.

Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 415.000 liter air bersih telah digelontorkan untuk menyelamatkan setidaknya 20.108 jiwa yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato.

"Penyediaan air bersih merupakan langkah respons cepat yang krusial untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air warga belum kembali normal," ujar Kepala BPBPK Gorontalo, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris. Singgih menegaskan bahwa jajarannya tidak akan tinggal diam dan akan terus menyalurkan bantuan secara bertahap sampai krisis mereda.

Di lapangan, distribusi air dilakukan secara agresif dengan menitikberatkan pada wilayah-wilayah yang paling kritis. Di Kabupaten Bone Bolango, pasokan air menyasar enam desa di dua kecamatan, mencakup 167.000 liter untuk 12.125 jiwa di Kecamatan Bonepantai serta 4.000 liter untuk 225 jiwa di Kecamatan Bulawa.

Sementara di Kabupaten Pohuwato, pasokan air disebar ke enam desa di dua kecamatan. Kecamatan Popayato Barat menerima pasokan sebanyak 204.000 liter untuk 3.968 jiwa, sedangkan Kecamatan Taluditi mendapat alokasi 40.000 liter air bersih yang menyokong 3.790 jiwa.

Kehadiran armada bantuan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah lokal. Camat Taluditi, Irfan Lalu, menyebutkan bahwa bantuan ini menyambung napas kehidupan warga yang sudah berbulan-bulan kesulitan air bersih.

"Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami. Hadirnya pasokan air dari BPBPK Gorontalo ini benar-benar meringankan beban masyarakat. Kami berharap hal ini dapat terus berlangsung selama masa krisis ini," ungkap Irfan.

Untuk mengoptimalkan penyaluran dan memastikan air menjangkau pemukiman padat serta pelosok, BPBPK Gorontalo mengerahkan tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) dan memasang empat unit Hidran Umum (HU). Kehadiran hidran umum ini memudahkan warga untuk mengambil air tanpa harus berdesak-desakan.

Langkah tanggap darurat ini dilaksanakan dengan sinergi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo dan BPBD kabupaten setempat. Sinergi ini memastikan distribusi bantuan berjalan teratur, tepat sasaran, serta menghindari penumpukan bantuan di satu wilayah saja.

Selama langit Gorontalo belum menurunkan hujan dan sumber air warga belum pulih, truk-truk tangki air akan terus menyusuri jalanan debu, membawa pasokan kehidupan dan mengalirkan senyum serta harapan bagi warga seperti Susanti di Desa Kalimas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....