Cabai Rawit Dorong Inflasi Gorontalo Tembus 2,11 Persen

  • 01 Jul 2026 15:31 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi sebesar 2,11 persen secara bulanan (month to month/mtm) Rabu 1 Juli 2026. Kenaikan harga barang dan jasa pada Juni 2026 didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, mengatakan inflasi Juni menunjukkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

"Inflasi positif menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa di bulan Juni 2026," ucap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,29 persen. Selain itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,51 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara umum, seluruh kelompok pengeluaran memberikan kontribusi terhadap inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,94 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 0,09 persen serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,04 persen.

"Ada juga kelompok-kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga pada Juli dibandingkan Juni 2026, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, pakaian dan alas kaki, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga," kata Agus Sudibyo.

Meski beberapa kelompok mengalami deflasi, jumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga masih lebih banyak dibandingkan komoditas yang mengalami penurunan. Kondisi tersebut menyebabkan inflasi tetap terjadi selama Juli 2026.

BPS mencatat cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,66 persen. Selanjutnya disusul bawang merah sebesar 0,38 persen, tomat 0,22 persen, dan beras 0,19 persen. Keempat komoditas tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar kenaikan harga tidak terus berlanjut.

"Ini empat komoditas yang perlu dikawal lebih baik agar ke depannya tidak terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi lagi," tambahnya.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya daging ayam ras dengan andil minus 0,05 persen, ikan mujair minus 0,04 persen, serta telur ayam, ikan asap, dan emas perhiasan yang masing-masing turun 0,03 persen. Namun, penurunan tersebut belum mampu menahan laju inflasi karena kenaikan harga komoditas pangan masih jauh lebih dominan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....