Perdagangan Jagung Gorontalo Tembus 219 Ribu Ton
- 16 Jun 2026 18:08 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kinerja produksi dan perdagangan komoditas jagung di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Hingga Mei 2026, volume perdagangan jagung dari Gorontalo telah mencapai lebih dari 219 ribu ton dengan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun.
Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (APPJI) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator kuat tingginya produktivitas sektor pertanian jagung di daerah.
Menurutnya, berdasarkan target yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pertanian, produksi jagung Gorontalo pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 1,5 juta ton.
“Alhamdulillah dari Januari sampai Mei 2026, Provinsi Gorontalo telah melakukan perdagangan komoditas jagung ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Jasin.
Ia menjelaskan, distribusi jagung Gorontalo telah menjangkau sejumlah wilayah seperti Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Padang, Medan, Cirebon, dan Makassar. Daerah-daerah tersebut merupakan pasar strategis yang menyerap hasil produksi petani jagung Gorontalo.
Jasin menambahkan, capaian perdagangan tersebut menunjukkan bahwa Gorontalo tetap menjadi salah satu daerah pemasok utama jagung nasional. Bahkan, meskipun berada di posisi tujuh besar daerah penghasil jagung, Gorontalo mampu memasok kebutuhan jagung ke sejumlah provinsi yang masuk lima besar produsen jagung nasional.
Lebih lanjut, pihaknya berharap pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan dapat menjadi momentum untuk memperkuat jejaring usaha sektor pertanian jagung.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pertemuan antara petani, pedagang, dan industri sehingga mampu mendorong peningkatan kerja sama serta memperluas akses pasar bagi komoditas jagung Gorontalo.
Dengan capaian perdagangan yang terus meningkat dan dukungan berbagai pihak, sektor jagung diharapkan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....