Baznas Lindungi 1.000 Pekerja Rentan Melalui Program BPJamsostek
- 19 Mei 2026 23:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gorontalo Utara terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan sosial kepada pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 mustahik di daerah tersebut.
Bertempat di Taman Rakyat Gorontalo Utara, Selasa (19/5/2026), Baznas Gorontalo Utara menggelar kegiatan Baznas Reward yang dirangkaikan dengan pendistribusian dana infak dan sedekah serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Kerja sama tersebut terkait perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 masyarakat Gorontalo Utara yang tergolong tenaga kerja informal dan pekerja rentan miskin.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menyampaikan bahwa program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang memiliki risiko kerja tinggi namun belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pemerintah daerah mendukung penuh program perlindungan bagi pekerja rentan ini sebagai upaya memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. Kehadiran Baznas menjadi mitra strategis dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Thariq.
Didampingi Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf, Thariq juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pekerja informal dan rentan.
Turut hadir mewakili BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Bidang Kepesertaan Fajar Lanang.
Sementara itu, Ketua Baznas Gorontalo Utara, Rahmad Dj. Kasim, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 mustahik diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat pekerja rentan di daerah itu.
“Melalui program ini, para mustahik yang tergolong pekerja rentan akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sehingga apabila terjadi risiko kerja maupun musibah, mereka dan keluarganya tetap memperoleh perlindungan dan bantuan yang layak,” katanya.
Kegiatan Baznas Reward menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dalam menghadirkan program sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara.
“Penandatanganan kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antara Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pekerja informal yang memiliki risiko kerja tinggi namun belum memiliki jaminan sosial,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, di Makassar, Rabu (20/5/2026), menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Baznas Gorontalo Utara dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 1.000 mustahik pekerja rentan di daerah tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi atas kegiatan Baznas Reward yang dihadiri Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf, serta Ketua Baznas Gorontalo Utara Rahmad Dj. Kasim,” ujar Sanco.
Menurut Sanco, langkah pemerintah daerah dan Baznas Gorontalo Utara merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat pekerja rentan yang sehari-hari menghadapi risiko kerja namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Baznas Gorontalo Utara dalam melindungi 1.000 mustahik melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan langkah luar biasa untuk memberikan rasa aman bagi para pekerja rentan dan keluarganya,” katanya.
Ia menjelaskan, perlindungan yang diberikan mencakup dua program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan perlindungan apabila mengalami kecelakaan saat bekerja maupun risiko meninggal dunia.
Sanco menambahkan, meskipun iuran program relatif rendah, manfaat yang diberikan sangat besar bagi masyarakat. Dalam program JKK, seluruh biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja ditanggung hingga sembuh tanpa batas plafon sesuai indikasi medis. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan apabila mengalami cacat akibat kecelakaan kerja.
Sementara dalam program JKM, ahli waris peserta akan menerima santunan kematian sebesar Rp42 juta apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
“Dengan iuran yang sangat terjangkau, manfaat yang diterima peserta sangat besar. Karena itu, kami berharap semakin banyak pekerja rentan yang terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.
Program perlindungan bagi 1.000 mustahik ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat Gorontalo Utara, khususnya pekerja informal dan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan kerja dan jaminan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....