Wisuda Perdana SALSA, 30 Lansia Gorontalo Lulus
- 18 Apr 2026 23:56 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID.Gorontalo - Sekolah Lansia SALSA (Sekolah Lansia Salima) Gorontalo mencatat sejarah baru dengan menggelar wisuda perdana bagi para pesertanya yang dilaksanakan pada Sabtu ,18 April 2026 jam 09.00 wita di Masjid Sabilulrasyad, Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 30 peserta dari Majelis Taklim Al Ikhlas, Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo, resmi diwisuda setelah menyelesaikan proses pembelajaran yang berlangsung selama dua tahun.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana haru, di mana para peserta yang merupakan kalangan lanjut usia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Wisuda ini menjadi simbol keberhasilan program pendidikan nonformal yang tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.
Ketua Salima Gorontalo, Yulianty Kadir , menyampaikan bahwa Sekolah Lansia SALSA hadir sebagai wadah pemberdayaan lansia agar tetap aktif, sehat, dan memiliki peran dalam kehidupan sosial. Ia menegaskan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkarya.
“Selama dua tahun, para peserta telah mengikuti berbagai program pembelajaran yang dirancang secara terpadu. Tidak hanya pengajian, tetapi juga kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan, lingkungan, hingga pelestarian budaya lokal,” ungkap Yulianty.
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan yang menjadi bagian dari program Sekolah Lansia SALSA di antaranya adalah pengajian rutin untuk memperkuat spiritualitas, pengecekan kesehatan secara berkala guna memastikan kondisi fisik para peserta tetap terjaga, kegiatan menanam yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan keluarga, serta olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Menariknya, salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah pelestarian DEBE, yang merupakan bagian dari budaya Gorontalo. Melalui kegiatan ini, para lansia tidak hanya diajak untuk mengenal kembali nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
“Pelestarian budaya seperti DEBE menjadi bagian penting dalam program ini. Kami ingin para lansia tetap menjadi penjaga nilai-nilai budaya Gorontalo, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda,” tambahnya.
Yulianty juga mengungkapkan bahwa program Sekolah Lansia SALSA sebenarnya telah dirintis oleh Salima Gorontalo sejak tahun 2015. Namun, wisuda yang dilaksanakan tahun ini menjadi yang pertama sebagai bentuk apresiasi resmi kepada para peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran.
“Ini adalah angkatan pertama yang diwisuda. Ke depan, program ini akan terus kami kembangkan dan perluas pelaksanaannya di berbagai wilayah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun Provinsi Gorontalo,” jelasnya.
Menurutnya, perluasan program ini penting agar semakin banyak lansia yang mendapatkan manfaat, baik dari segi kesehatan, pengetahuan, maupun peningkatan kualitas hidup. Ia berharap Sekolah Lansia SALSA dapat menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Salah satu momen paling menyentuh dalam acara wisuda tersebut terjadi saat penyerahan penghargaan kepada salah satu peserta, Salim Wahidji. Karena kondisi kesehatan, ia tidak dapat hadir secara langsung dalam prosesi wisuda dan penghargaan tersebut diwakili oleh sang istri.
Meski tidak hadir secara fisik, Salim tetap mengikuti jalannya acara melalui sambungan telepon. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa bangga dan harunya karena telah berhasil mengikuti seluruh rangkaian program hingga tuntas.
“Saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari program ini hingga wisuda. Banyak hal yang saya dapatkan, terutama dalam menjaga kesehatan dan melestarikan budaya Gorontalo. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Kehadiran Sekolah Lansia SALSA dinilai sebagai inovasi penting dalam memberikan ruang bagi lansia untuk tetap produktif dan berdaya. Program ini tidak hanya memberikan manfaat secara individu, tetapi juga berdampak pada lingkungan sosial, karena para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing.
Wisuda perdana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Para lansia yang telah menyelesaikan program ini diharapkan dapat terus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, serta menginspirasi lansia lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam program serupa.
Dengan komitmen Salima Gorontalo untuk terus mengembangkan program ini, Sekolah Lansia SALSA diharapkan dapat menjadi salah satu program unggulan dalam membangun masyarakat yang inklusif, sehat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal di Provinsi Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....