Lapas Gorontalo Panen Perdana Hasil Budidaya Greenhouse
- 10 Sep 2026 09:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo menggelar panen perdana hasil budidaya tanaman menggunakan metode greenhouse yang melibatkan warga binaan. Selada, timun, dan melon menjadi hasil panen dari program pembinaan ketahanan pangan yang sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Panen tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Gorontalo mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus menjalankan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan kegiatan budidaya tanaman tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat langsung dalam proses menghasilkan produk pertanian selama menjalani masa pembinaan.
"Ini merupakan panen perdana dari kegiatan warga binaan di dalam Lapas Gorontalo untuk menunjang ketahanan pangan," kata Junaidi.
Hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan. Sebagian produk juga akan dipasarkan kepada pihak ketiga atau vendor yang menyediakan bahan makanan bagi penghuni lapas. Junaidi mengatakan sekitar seperlima hasil panen akan dijual kepada vendor tersebut. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, tetapi juga mulai memahami bahwa hasil kerja mereka dapat memiliki nilai ekonomi.
Panen perdana tersebut turut melibatkan ibu-ibu Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Gorontalo. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi warga binaan untuk terus menjalankan kegiatan positif yang mendukung program ketahanan pangan.
Tanaman yang dibudidayakan di dalam greenhouse tersebut juga memiliki masa panen yang relatif singkat. Dalam waktu sekitar 25 hari, warga binaan sudah dapat memanen selada, timun, dan melon yang ditanam dalam satu greenhouse.
Junaidi menyebut hasil budidaya tersebut memiliki kualitas yang baik dan bahkan dapat dikategorikan premium. Namun, menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya dilihat dari hasil pertanian yang dihasilkan.
Kegiatan budidaya juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk saling berbagi pengetahuan dan keterampilan. Pihak lapas memanfaatkan kemampuan yang sebelumnya telah dimiliki sejumlah warga binaan sebelum menjalani masa pidana untuk kemudian dibagikan kepada warga binaan lainnya.
"Sebelum mereka masuk ke dalam lapas, mereka memang sudah memiliki ilmu dalam hal ketahanan pangan. Jadi kita manfaatkan, kita tularkan kepada warga binaan yang lain," ujarnya.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat kembali berkarya dan memiliki kegiatan produktif yang dapat membantu kehidupan keluarga.
"Kita berusaha supaya mereka bisa memacu untuk berkarya, kemudian bisa menghasilkan untuk keluarga mereka nantinya," kata Junaidi.
Program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Gorontalo juga direncanakan terus dikembangkan. Pihak lapas telah menyiapkan lahan di bagian depan lapas untuk pengembangan kegiatan pertanian yang lebih luas.
Junaidi mengatakan kawasan tersebut direncanakan menjadi agrowisata yang memadukan kegiatan pertanian dengan ruang edukasi dan wisata. Sayuran dan buah-buahan nantinya akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas ruang pembinaan bagi warga binaan sekaligus memberikan nilai tambah dari kegiatan pertanian yang dilakukan. Dengan demikian, program greenhouse tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....