Hari Ketupat di Gorontalo Didorong Jadi Festival Budaya Berbasis Masyarakat
- 27 Mar 2026 08:15 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Perayaan Hari Ketupat di Provinsi Gorontalo kembali menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai salah satu tradisi yang terus dilestarikan. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun pada hari ke-7 setelah Idul Fitri, khususnya oleh masyarakat Jawa Tondano yang telah lama bermukim di Gorontalo.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan bahwa perayaan ini sudah berlangsung secara turun-temurun tanpa harus dikemas dalam sebuah event resmi. Masyarakat tetap melaksanakan tradisi ini sebagai bagian dari budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari Raya Ketupat ini memang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun di Provinsi Gorontalo pada hari ke-7 Hari Raya Idul Fitri untuk masyarakat Jawa Tondano di Gorontalo. Tanpa melakukan event pun, kegiatan ini sudah berjalan sejak lama,” ujar Sultan.
Rangkaian kegiatan dalam Hari Ketupat pun cukup beragam, mulai dari doa bersama, penyajian kuliner khas ketupat, hingga berbagai atraksi budaya. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan berbasis desa dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Kami mendorong kegiatan ini menjadi satu konsep pengembangan dan dibungkus dalam festival budaya berbasis masyarakat. Rangkaian kegiatannya pun memang sudah ada sejak lama seperti doa bersama, kuliner ketupat, hingga atraksi budaya yang melibatkan masyarakat desa,” tambahnya.
Pemerintah daerah kini mendorong agar tradisi tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah festival budaya berbasis masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Gorontalo.
Selain menjadi ajang silaturahmi, perayaan Hari Ketupat juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, tradisi yang telah berlangsung lama ini tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....