Potensi Kelapa Gorontalo Besar, Peremajaan Mendesak
- 02 Sep 2026 10:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Komoditas kelapa dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Provinsi Gorontalo. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan perhatian serius terhadap peremajaan tanaman dan penguatan hilirisasi.
Pengamat pertanian Gorontalo, Prof. Ikbal Bahua mengatakan, kelapa telah menjadi bagian dari kehidupan petani Gorontalo sejak sebelum daerah ini berdiri sebagai provinsi.
Menurutnya, secara historis kelapa telah dibudidayakan secara turun-temurun dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat perkebunan, terutama melalui produksi kopra.
“Kelapa ini adalah tanaman perkebunan yang dari akarnya sampai pada daunnya bahkan buahnya itu berguna. Di Gorontalo ini potensi pengembangan kelapa sudah cukup luar biasa, karena petani sudah terbiasa menanamnya,” ujar Prof. Ikbal ketika diwawancarai pada Selasa 1 September 2026.
Meski memiliki potensi besar, ia menilai kondisi tanaman kelapa di Gorontalo saat ini mulai menghadapi persoalan usia tanaman.
Sebagian besar tanaman kelapa yang masih berproduksi merupakan tanaman yang telah ditanam oleh generasi terdahulu. Kondisi tersebut membuat program peremajaan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Prof. Ikbal menjelaskan, tanaman kelapa umumnya mulai menghasilkan pada usia sekitar lima tahun dan dapat terus berproduksi hingga usia 20 sampai 30 tahun.
Karena itu, tanaman yang telah berusia tua perlu secara bertahap diganti dengan tanaman baru yang memiliki produktivitas lebih baik.
“Yang jadi pertanyaan adalah peremajaan proses tanaman kelapa itu. Kelapa-kelapa di Gorontalo sudah tanaman tua. Artinya perlu adanya peremajaan,” katanya.
Selain peremajaan, pengembangan komoditas kelapa juga perlu diarahkan pada hilirisasi. Menurut Prof. Ikbal, penguatan tidak cukup hanya dilakukan pada sektor budidaya, tetapi juga mencakup pengelolaan hasil agar kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Hilirisasi dinilai dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang diterima petani.
Sementara terkait sumber daya manusia, Prof. Ikbal menilai petani Gorontalo sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam membudidayakan tanaman kelapa.
| Baca juga: DPD Tani Merdeka Pohuwato Resmi Dikukuhkan |
Pengetahuan tersebut diperoleh secara turun-temurun, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga penanganan hama.
Menurutnya, budidaya kelapa juga relatif tidak membutuhkan pemeliharaan yang terlalu intensif. Petani dapat memanfaatkan pupuk organik dan menanam pada awal musim hujan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
“Potensi SDM di Gorontalo untuk tanaman kelapa itu umumnya sudah tahu. Tanaman kelapa penanamannya tidak cukup repot,” jelasnya.
Namun, pengalaman petani tersebut perlu diperkuat dengan teknologi budidaya, bibit berkualitas dan program peremajaan yang terencana.
Dengan potensi lahan, pengalaman petani dan kebutuhan pasar terhadap produk turunan kelapa, pengembangan komoditas tersebut dinilai masih memiliki prospek besar di Gorontalo.
Peremajaan tanaman dan hilirisasi menjadi dua langkah penting agar potensi tersebut tidak berhenti pada produksi kopra, tetapi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....