Indeks Inovasi Daerah 2025, Gorontalo Resmi Masuk Daerah Inovatif

  • 24 Feb 2026 12:30 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Provinsi Gorontalo mencatat capaian positif dalam pembangunan inovasi daerah. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11–6097 Tahun 2025, hasil Indeks Inovasi Daerah (IID) menempatkan Provinsi Gorontalo dalam kategori daerah inovatif, setelah pada tahun 2024 masih berada pada kategori kurang inovatif.

Peningkatan status tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mengusulkan 19 inovasi daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Inovasi-inovasi tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah dan mencakup peningkatan kualitas layanan publik, tata kelola pemerintahan, serta solusi atas persoalan daerah.

Sejumlah inovasi tercatat memperoleh nilai kematangan di atas 100, di antaranya Cegah Stunting Bersama Besti (Bele Mo’osehati), Sistem Penilaian Kelayakan Penerima Jamkesta Provinsi Gorontalo Berbasis Data Regsosek (SPIKER UHC), CERDAS Gizi – Cegah Risiko dengan Data dan Skrining Gizi Anak, serta OPTALA (Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM) yang digagas Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Selain itu, terdapat inovasi Brigadir Mobile yang Bersinergi, Mandiri, dan Kolaboratif (BRIMOB SIMAKO) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, SAHABAT ON-SIGHT (SAtu HAri Beres Angkutan Tertib kONfirmasi verifikaSI lanGsung Hasil cepaT) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, serta Klinik Kepegawaian, Strategi Peningkatan Nilai Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Masuknya Provinsi Gorontalo dalam kategori daerah inovatif pada Indeks Inovasi Daerah 2025 menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari cara kerja pemerintah daerah. Ini bukan semata capaian angka, tetapi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gusnar, Rabu 18 Februari 2026.

Hal senada disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, sekaligus mencerminkan perbaikan dalam aspek perencanaan, implementasi, dan keberlanjutan inovasi.

“Peningkatan kapasitas aparatur, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta replikasi inovasi yang telah terbukti efektif akan menjadi strategi ke depan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah,” ungkap Wahyudin.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi, Gubernur Gusnar juga menyerahkan hadiah berupa voucher umrah kepada Erni Nuraini Mansur dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sebagai inovator terbaik daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memotivasi aparatur sipil negara lainnya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....