Pengawasan Jajanan Ramadan Diperketat, 80 Sampel di Gorontalo Dipastikan Aman

  • 03 Mar 2026 07:47 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pengawasan jajanan Ramadan di Provinsi Gorontalo semakin diperketat guna memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak edar. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo melakukan pengawasan rutin yang tahun ini diperkuat dengan metode jemput bola menggunakan mobil laboratorium keliling.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Gorontalo, Lintang Purba Jaya, mengatakan bahwa pihaknya tetap konsisten melakukan pengawasan, namun tahun ini diperluas dengan sistem jemput bola.

“Memang selama ini kami rutin melakukan pengawasan, namun tahun ini kami melakukan jemput bola pengawasan menggunakan mobil laboratorium keliling yang sudah dijadwalkan di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Gorontalo,” ujar Lintang.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pengawasan jemput bola telah dilakukan di empat daerah, yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Boalemo.

“Saat ini sudah empat daerah yang kami lakukan pengawasan, terutama di spot-spot penjualan takjil dan pasar,” tambahnya.

Menurut Lintang, pengawasan tidak hanya difokuskan pada jajanan takjil, tetapi juga menyasar gudang makanan, distributor, supermarket, dan minimarket sebagai bagian dari kontrol terhadap peredaran pangan kemasan.

Selain pengawasan dari sisi keamanan pangan, aspek kehalalan produk juga menjadi perhatian. Direktur LPH LPPOM MUI Provinsi Gorontalo, Astin Lukum, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan terhadap puluhan sampel jajanan Ramadan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Sejauh ini dari sekitar 80 sampel jajanan Ramadan yang kami periksa, tidak ditemukan adanya zat berbahaya,” ungkap Astin.

Meski demikian, ia tetap mengimbau para pelaku usaha agar telaten dalam memilih bahan baku yang digunakan.

“Kami mengimbau para pelaku usaha agar lebih telaten dalam memilih bahan-bahan yang digunakan,” katanya.

Astin juga mendorong pelaku usaha untuk segera mengurus sertifikat halal sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

“Kami juga mendorong pelaku usaha untuk segera mengurus sertifikat halal, karena manfaatnya bukan hanya menjamin keamanan dan kesehatan bagi konsumen, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan spiritual,” tegasnya.

Dengan sinergi pengawasan keamanan pangan dan sertifikasi halal ini, diharapkan masyarakat Gorontalo dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap kualitas jajanan yang dikonsumsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....