BI Gorontalo Berperan Aktif Kendalikan Inflasi Ramadan-Idulfitri 2026
- 21 Feb 2026 19:29 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo ambil bagian dalam menjaga inflasi tetap terkendali pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) yang digelar pada 4 Februari 2026, BI memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana mengatakan, forum tersebut menjadi pijakan bagi BI, pemerintah daerah serta stakeholder terkait lainnya dalam memaksimalkan pelaksanaan strategi 4K terintegrasi.
Strategi pertama, kata Bambang, yakni keterjangkauan harga. Untuk strategi ini, BI Gorontalo turut melakukan monitoring dan pemantauan harga komoditas pangan strategis. Ini dilakukan setiap pekan baik di pasar tradisional maupun modern yang ada di Gorontalo.
"Hasil pemantauan kami ini menjadi masukan bagi TPID untuk melihat pergerakan harga pangan strategis, khususnya di Kota Gorontalo," kata Bambang pada kegiatan Ngopi Bareng Insan Media (PIRAMIDA) di Galeri Olaku, Jumat 20 Februari 2026.
| Baca juga: Kurma Ajwa, Pilihan Sehat untuk Menu Sahur |
Strategi ke dua yakni ketersediaan pasokan. Ini merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat sumber pasokan lokal, khususnya komoditas pangan strategis, serta optimalisasi kerjasama antar daerah (KAD). Tujuannya untuk mendapatkan pasokan komoditas yang tidak banyak dihasilkan di Gorontalo, seperti bawang merah dengan Kabupaten Enrekang dan tomat dengan Kabupaten Minahasa Selatan.
"Ke depan, kita juga sedang mendorong kerja sama antara daerah yakni Kabupaten Bone Bolango dengan Kota Tomohon untuk komoditas tomat juga," tuturnya.
Strategi ke tiga yaitu menjamin kelancaran distribusi. Dalam hal ini, BI Gorontalo turut memberikan subsidi ongkos angkut dalam pelaksanaan GPM. Sementara itu otoritas terkait memastikan pasokan BBM dan LPG, ketersediaan armada angkut, pengawasan distribusi lintas wilayah dan mitigasi risiko cuaca.
"Kemudian strategi ke empat adalah Komunikasi Efektif. Untuk hal ini, BI Gorontalo melakukan kampanye belanja bijak dan sesuai kebutuhan. Termasuk juga enggunakan produk UMKM olahan pangan sebagai diversifikasi konsumsi komoditas pangan segar, serta membiasakan transaksi non tunai agar belanja lebih efisien dan aman, sekaligus terhindar dari risiko membawa uang tunai seperti uang rusak dan hilang," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....