Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Petani lewat PKT BERSERI
- 07 Okt 2026 12:41 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- pertanian berkelanjutan
RRI.CO.ID, Gorontalo - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Program yang diinisiasi sejak 2023 tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi kawasan secara terpadu, khususnya pada sektor pertanian, pengelolaan kompos, dan pariwisata.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan PKT BERSERI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Menurutnya, Bulutana memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis pertanian dan potensi lokal. Karena itu, pendampingan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dan penciptaan nilai tambah ekonomi.
“PKT BERSERI bukan sekadar pelaksanaan program Comdev, tetapi upaya membangun kemandirian masyarakat secara terstruktur. Kita ingin petani memiliki pengetahuan, kelembagaan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” ujar Rafli saat meninjau langsung pelaksanaan program di Bulutana, Kamis (1/10/2026).
Saat ini, PKT BERSERI melibatkan enam kelompok tani dengan total 132 anggota dan cakupan lahan mencapai 82,50 hektare. Pengembangan kawasan dilakukan dengan mengintegrasikan aktivitas pertanian, pengelolaan kompos, serta pariwisata dalam satu rantai ekonomi.
Rafli menjelaskan, sektor pertanian menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara pengelolaan kompos diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Di sisi lain, sektor pariwisata dikembangkan untuk menciptakan nilai tambah dari potensi alam, aktivitas pertanian, dan kearifan lokal yang dimiliki Bulutana.
“Ketiga aspek ini saling mendukung. Jadi, manfaat program tidak hanya berasal dari hasil pertanian, tetapi juga dari tumbuhnya aktivitas ekonomi lainnya,” jelasnya.
Selain peningkatan produktivitas, Pupuk Kaltim juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani. Menurut Rafli, keberlanjutan program sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi kawasan secara mandiri.
Karena itu, evaluasi bersama dengan kelompok tani menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui evaluasi tersebut, perusahaan dapat mengetahui berbagai kendala sekaligus kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Petani adalah pihak yang paling memahami kondisi di lapangan. Melalui tinjauan langsung, kami ingin mendengar kendala dan kebutuhan mereka. Dari sana kita bisa menyusun langkah bersama, termasuk mendorong inovasi baru yang lebih produktif,” tutur Rafli.
Dalam aspek pertanian, Pupuk Kaltim turut mendorong penerapan pemupukan yang tepat dan efisien sesuai kebutuhan tanaman serta kondisi lahan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha tani.
Rafli menegaskan, peningkatan pemanfaatan produk Pupuk Kaltim di Bulutana bukan menjadi tujuan utama program, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang produktif dan efisien.
“Penggunaan pupuk harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara. Ketika produktivitas meningkat dan biaya semakin efisien, maka seluruh ekosistem pertanian juga akan tumbuh,” katanya.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan PKT BERSERI.
Rafli berharap masyarakat Bulutana semakin percaya diri dalam mengelola potensi yang dimiliki dan mampu menjadi aktor utama dalam pengembangan kawasan.
“Pupuk Kaltim hadir untuk mendampingi, membuka akses, dan memperkuat kapasitas. Namun, masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang meskipun nantinya pendampingan perusahaan berakhir,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit, menilai keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan atau bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengembangkan hasil program secara mandiri.
Menurutnya, penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi salah satu kunci agar masyarakat mampu mengambil keputusan, mengelola potensi, membangun jejaring, dan melahirkan inovasi secara berkelanjutan.
“Bulutana memiliki modal kuat untuk berkembang, baik dari potensi pertanian, kearifan lokal, maupun sumber daya manusia. Modal itu perlu terus dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi yang dapat memberi manfaat dalam jangka panjang,” terang Sukardi.
Melalui PKT BERSERI, Pupuk Kaltim berharap potensi lokal Bulutana tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem ekonomi masyarakat yang mandiri, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....