Pupuk Kaltim Dorong Lonjakan Produksi Benih Kentang Nasional
- 06 Nov 2025 18:53 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo: Program Agrosolution yang dijalankan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian daerah. Di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, panen perbenihan kentang yang dihasilkan petani mengalami kenaikan hingga 26 persen.
Kenaikan tersebut tercermin dari hasil produksi yang semula hanya 17 ton per hektare, kini meningkat menjadi 19 ton per hektare. Selain volume, kualitas umbi kentang juga dinilai sangat baik dan memenuhi standar untuk dijadikan benih. Dengan hasil tersebut, nilai ekonomi yang diterima petani pun naik signifikan, mencapai sekitar Rp115 juta per musim tanam.
Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohamad Agung, mengatakan Sembalun merupakan kawasan dataran tinggi dengan potensi besar untuk pengembangan hortikultura, khususnya kentang dan bawang putih. Namun, kendala yang masih dihadapi Indonesia adalah keterbatasan benih kentang industri yang sebagian besar masih impor.
“Melalui Agrosolution, kami mengembangkan benih kentang industri secara terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pertanian lokal,” ujar Agung saat panen perbenihan kentang di Sembalun, Kamis (6/11/2025).
Program Agrosolution di Sembalun melibatkan 76 petani dengan luas tanam 100 hektare dan peluang pengembangan hingga 250 hektare. Kolaborasi ini dilaksanakan bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, PT AIMS sebagai penyedia benih, PT Calbee Wings Food sebagai offtaker, serta Mitra Integrator Pupuk Kaltim yang memastikan kecukupan pupuk bagi petani.
Wakil Bupati Lombok Timur, Muhammad Edwin Hadiwijaya, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, pengembangan benih kentang industri menjadi momentum kebangkitan pertanian Sembalun, yang sebelumnya pernah berjaya sebagai sentra bawang putih.
“Kami ingin pertanian tetap menjadi kekuatan utama Sembalun. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan,” tegas Edwin.
Dukungan serupa datang dari Kementerian Pertanian. Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sanusi, menyatakan kebutuhan kentang industri dalam negeri sangat tinggi, sementara produksi nasional belum mampu mencukupinya. Karena itu, penguatan benih lokal melalui Agrosolution dinilai tepat dan strategis.
Sementara itu, Pembina Gapoktan Sembalun Sejahtera 411, Pending Dadih Permana, menyebut Pupuk Kaltim telah menyediakan pupuk berkalium tinggi yang sesuai kebutuhan tanaman kentang. Ia berharap dukungan tidak hanya berhenti pada pemenuhan pupuk, namun juga pengadaan alat pertanian seperti traktor, mengingat masa tanam relatif singkat.
“Semoga produktivitas terus meningkat, dan Sembalun dapat menjadi pusat pengembangan benih kentang nasional,” harap Dadih.(Fry)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....