PKT BISA Mampu Dongkrak Panen dan Sejahterakan Petani

  • 20 Mei 2025 17:55 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Panen raya di Dusun Babadan, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (20/5/2025), jadi bukti keberhasilan program PKT BISA dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Tak tanggung-tanggung, hasil panen yang dicapai mencakup 70 ton padi dari 10 hektare lahan, 5 ton kacang dari 1,1 hektare, dan 81 ton jagung dari 8 hektare.

Lebih dari sekadar panen, capaian ini mencerminkan keberhasilan konsep pertanian terpadu yang dilakukan secara serius dan menyeluruh.

PKT BISA adalah singkatan dari Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera. Program ini dirancang sebagai ekosistem pertanian berkelanjutan dari hulu ke hilir. Petani di Dusun Babadan tak hanya mendapatkan akses pada bibit dan pupuk berkualitas, tapi juga bantuan permodalan, pendampingan pengolahan tanah, penanganan hama, hingga asuransi dan kepastian pasar (off taker).

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, menyebut keberhasilan panen ini adalah hasil kerja sama lintas sektor yang terintegrasi, termasuk kelompok tani, peternak, pengrajin kompos, UMKM, hingga komunitas ibu-ibu milenial.

Salah satu terobosan paling mencolok dari program ini adalah peningkatan intensitas tanam. Kelompok Babadan Makmur yang sebelumnya menanam padi tiga kali setahun kini bisa menanam empat kali setahun.

Produktivitas jagung juga melonjak. Jika sebelumnya hanya sekitar 1,3 ton per lahan, kini bisa mencapai 2,3 hingga 2,5 ton. Capaian ini dianggap sebagai langkah konkret menuju swasembada pangan.

Dampak program ini bukan hanya dirasakan di sawah, tapi juga di sektor hilir. Produk olahan dari kelompok UMKM Babadan Makmur seperti stik lele dan kerupuk lele sudah dipasarkan ke Kalimantan, bahkan tembus hingga Taiwan dan Arab Saudi, berkat jaringan diaspora seperti TKW.

Bambang Hendro Kusworo, salah satu perwakilan petani, mengungkapkan bahwa sinergi lintas kelompok membuat pengelolaan hasil pertanian jadi lebih efisien. Jagung misalnya, sebagian diolah jadi pakan ternak. Limbahnya seperti klobot jagung dijadikan silase. Ini menciptakan siklus produksi yang nyaris tanpa limbah.

Untuk memperkuat dampak jangka panjang, Pupuk Kaltim mendorong kerja sama lebih luas melalui pembentukan Koperasi Merah Putih. Menurut Soesilo, koperasi ini diharapkan menjadi embrio pengembangan desa yang mandiri dan berkelanjutan di sektor pertanian.

Winarto, tokoh lain yang terlibat, menyatakan bahwa koperasi ini harus segera diwujudkan di desa-desa dengan strategi permodalan yang sudah dirancang.

Program PKT BISA telah membuka mata banyak petani bahwa cara bertani bisa ditingkatkan dengan pendekatan modern, ramah lingkungan, dan kolaboratif. Tanah yang dulunya “sakit” karena bahan kimia kini mulai pulih dengan penggunaan kompos organik.

Dengan sinergi yang kuat dari semua pihak, program ini menjadi contoh nyata bahwa pertanian modern bisa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Fry)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....