Ketan Bintul, Kuliner Warisan Kesultanan Banten

  • 22 Sep 2026 14:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo -Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita sejarah. Salah satunya adalah ketan bintul, makanan berbahan dasar beras ketan yang telah dikenal masyarakat Banten sejak masa Kesultanan Banten.

Dilansir dari gnfi, ketan bintul merupakan salah satu kuliner tradisional khas Banten yang telah diwariskan secara turun-temurun. Makanan ini berbahan dasar beras ketan dan dikenal memiliki cita rasa gurih yang khas. Keberadaan ketan bintul dipercaya sudah berlangsung sejak abad ke-16, ketika Kesultanan Banten berkembang. Pada masa itu, ketan bintul disebut menjadi salah satu hidangan yang akrab di lingkungan istana.

Kuliner ini juga memiliki kaitan dengan tradisi Ramadan. Ketan bintul diketahui menjadi salah satu menu takjil yang disantap Sultan Banten saat menjalankan ibadah puasa. Tradisi tersebut kemudian terus dikenal hingga sekarang.

Memasuki bulan Ramadan, ketan bintul biasanya lebih mudah ditemukan di berbagai wilayah Banten dan sekitarnya. Masyarakat menjadikannya sebagai kudapan untuk mengisi waktu luang, sekaligus makanan yang cukup mengenyangkan karena menggunakan beras ketan sebagai bahan utama.

Ketan bintul juga kerap disajikan bersama makanan bercita rasa kuat, seperti gulai kambing dan semur daging. Kombinasi tersebut membuat ketan bintul tidak hanya berfungsi sebagai kudapan, tetapi juga dapat menjadi pengganti nasi.

Dari bentuknya, ketan bintul sekilas menyerupai jadah, makanan tradisional yang dikenal di Jawa Tengah. Keduanya sama-sama menggunakan beras ketan sebagai bahan utama. Namun, penyajiannya memiliki perbedaan.

Jadah umumnya disantap bersama tempe bacem, sedangkan ketan bintul lebih identik dengan serundeng sebagai pelengkap. Perbedaan penyajian inilah yang turut memberikan ciri khas pada masing-masing kuliner.

Hingga kini, ketan bintul tetap menjadi bagian dari kekayaan kuliner Banten. Selain mempertahankan cita rasa tradisional, makanan ini juga menjadi pengingat akan jejak sejarah kuliner yang telah berkembang sejak masa Kesultanan Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....