Sepuluh Kue Tradisional Dunia

  • 20 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo -Kue tradisional bukan sekadar makanan manis untuk memanjakan lidah. Di balik bentuk, bahan, hingga teknik pembuatannya, tersimpan cerita tentang sejarah dan budaya masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Setiap negara memiliki kue khas dengan karakter dan cita rasa yang berbeda. Ada yang dibuat menggunakan bahan lokal, ada pula yang lahir dari tradisi perayaan tertentu dan kemudian berkembang menjadi ikon kuliner.

Dilansir dari globalsolusiingredia.com, berikut sepuluh kue tradisional dari berbagai penjuru dunia yang menarik untuk dicoba.

Pertama, Baklava dari Turki.

Baklava merupakan kue manis yang terdiri dari lapisan filo pastry dengan isian kacang cincang, seperti pistachio atau kenari. Kue ini disiram dengan sirup gula atau madu. Baklava memiliki sejarah yang berkaitan dengan Kekaisaran Ottoman dan menjadi salah satu hidangan penutup yang populer di kawasan Timur Tengah dan Balkan. Tekstur renyah dengan rasa manis yang kaya membuat baklava kerap hadir dalam berbagai perayaan.

Kedua, Tiramisu dari Italia.

Tiramisu merupakan kue lapis lembut yang dibuat dari biskuit ladyfinger yang direndam dalam kopi. Lapisan tersebut kemudian dipadukan dengan campuran mascarpone, telur dan gula, lalu ditaburi bubuk kakao. Dalam bahasa Italia, nama tiramisu secara harfiah berarti “angkat aku”. Hidangan ini dikenal dengan perpaduan rasa kopi, krim dan kakao yang khas.

Ketiga, Mochi dari Jepang.

Mochi merupakan kue kenyal yang dibuat dari tepung beras ketan. Di Jepang, mochi sering disajikan saat perayaan Tahun Baru, meski kini juga mudah ditemukan sebagai camilan sehari-hari. Isian tradisionalnya berupa pasta kacang merah manis atau anko, sementara perkembangannya melahirkan berbagai varian modern, termasuk isian es krim.

Keempat, Pastel de Nata dari Portugal.

Kue ini berupa tart berukuran kecil dengan isian custard lembut yang dipanggang hingga bagian permukaannya mengalami sedikit karamelisasi. Pastel de nata biasanya dinikmati dengan taburan kayu manis atau gula bubuk. Kue ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan biara Katolik di Lisbon pada abad ke-18 dan kemudian berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Portugal.

Kelima, Churros dari Spanyol.

Churros merupakan kue goreng berbentuk panjang dengan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam. Kudapan ini biasanya disajikan dengan taburan gula atau kayu manis dan dapat dinikmati bersama saus cokelat hangat. Churros populer di Spanyol dan berbagai negara Amerika Latin, baik sebagai sarapan maupun camilan.

Keenam, Lamington dari Australia.

Lamington adalah kue spons berbentuk kotak yang dilapisi cokelat dan kemudian ditaburi kelapa parut. Kue ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Australia dan sering dibuat dalam berbagai kegiatan, termasuk acara penggalangan dana. Perpaduan kue spons yang lembut, cokelat manis dan kelapa memberikan cita rasa yang khas.

Ketujuh, Gulab Jamun dari India.

Gulab jamun berbentuk bola-bola kecil yang dibuat dari bahan dasar susu, seperti susu bubuk atau khoya. Adonan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan, kemudian direndam dalam sirup gula yang dapat diberi aroma kapulaga, air mawar atau saffron. Gulab jamun banyak disajikan dalam berbagai perayaan, termasuk pesta pernikahan dan festival di India.

Kedelapan, Klepon dari Indonesia.

Indonesia juga memiliki kue tradisional yang tidak kalah menarik, yaitu klepon. Kue berbentuk bola kecil ini dibuat dari tepung ketan yang umumnya diberi warna hijau dan diisi gula merah cair. Setelah direbus, klepon digulingkan dalam parutan kelapa. Ketika digigit, gula merah cair di dalamnya memberikan sensasi manis yang khas.

Kesembilan, Black Forest Cake dari Jerman.

Black Forest Cake atau Schwarzwälder Kirschtorte merupakan kue lapis berbahan cokelat yang dipadukan dengan krim dan buah ceri, kemudian dihiasi serutan cokelat. Dalam resep tradisionalnya, digunakan kirschwasser, minuman beralkohol yang dibuat dari buah ceri. Kue ini dikenal luas sebagai salah satu sajian manis yang identik dengan Jerman.

Kesepuluh, Dulce de Leche Alfajores dari Argentina.

Alfajores merupakan kue sandwich yang terdiri dari dua lapisan biskuit lembut dengan isian dulce de leche, yaitu karamel berbahan dasar susu. Beberapa variasinya dilapisi cokelat atau ditaburi kelapa parut. Kue ini sangat populer di Argentina dan kerap dijadikan oleh-oleh.

Sepuluh kue tersebut memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan sebuah bangsa. Bahan lokal, teknik pengolahan, hingga tradisi perayaan turut membentuk karakter setiap kue.

Mencicipi kue tradisional dari berbagai negara pun bukan hanya soal menikmati rasa manis. Setiap gigitan dapat menjadi cara untuk mengenal budaya, tradisi dan cerita masyarakat dari berbagai penjuru dunia.

Jadi, Sahabat Budaya, jika suatu saat berkesempatan mencoba baklava, mochi, klepon, alfajores atau kue tradisional lainnya, jangan hanya menikmati rasanya. Kenali juga cerita yang berada di baliknya, karena kuliner sering kali menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengenal keberagaman budaya dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....