Pemanis Bebas Gula Ini Dikaitkan dengan Risiko Serangan Jantung
- 28 Agt 2026 17:57 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Kadar xylitol tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian.
- Penelitian masih observasional sehingga belum membuktikan xylitol secara langsung menyebabkan penyakit jantung.
- Xylitol diduga meningkatkan reaktivitas trombosit yang berperan dalam pembentukan bekuan darah.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemanis xylitol yang banyak ditemukan dalam produk bebas gula kembali menjadi sorotan kesehatan. Penelitian terbaru mengaitkan kadar xylitol tinggi dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian.
Dilansir dari Everyday Health pada Kamis, 27 Agustus 2026, temuan itu dijadwalkan dipresentasikan pada Kongres ESC 2026. Hasil tersebut masih bersifat pendahuluan karena belum diterbitkan dalam jurnal atau ditinjau sejawat.
Peneliti menganalisis 17.710 peserta dari Canadian Longitudinal Study on Aging dan EPIC-Norfolk. Usia rata-rata peserta sekitar 61 tahun, dengan pemantauan masing-masing enam dan 30 tahun.
Kadar Xylitol Tinggi dan Risiko Jantung
Tes darah digunakan untuk mengukur kadar xylitol tanpa hanya mengandalkan ingatan peserta mengenai pola makan. Selama pemantauan, tercatat lebih dari 8.600 kejadian kardiovaskular pada kedua kelompok penelitian.
Dalam CLSA, kadar xylitol tertinggi dikaitkan dengan risiko kejadian kardiovaskular mayor 57 persen lebih tinggi. Pada EPIC-Norfolk, peningkatan risiko pada kelompok dengan kadar tertinggi mencapai 18 persen.
Hubungan itu tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan merokok, diabetes, hipertensi, usia, jenis kelamin, dan kadar lipid. Peneliti juga menemukan kecenderungan risiko meningkat seiring semakin tingginya kadar xylitol dalam darah.
Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan xylitol secara langsung menyebabkan serangan jantung atau stroke. Jumlah xylitol yang benar-benar dikonsumsi setiap peserta juga tidak dapat dihitung secara tepat.
| Baca juga: Kurang Minum Bikin Jantung Bekerja Keras |
Apa Itu Xylitol dan Mengapa Menjadi Sorotan?
Xylitol merupakan alkohol gula berkalori rendah yang sering digunakan sebagai pengganti gula. Bahan ini terdapat pada permen karet, permen bebas gula, pasta gigi, dan sejumlah makanan olahan.
Tubuh juga menghasilkan xylitol dalam jumlah kecil sebagai bagian dari metabolisme normal. Buah dan sayuran tertentu turut mengandung xylitol alami dalam kadar sangat rendah.
Xylitol selama ini dikenal karena potensinya membantu kesehatan gigi dan mengurangi risiko karies. Namun, bukti manfaat pada berbagai produk xylitol masih memiliki tingkat kepastian berbeda.
Xylitol Diduga Memengaruhi Pembentukan Bekuan Darah
Penelitian 2024 menemukan kadar xylitol tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular pada kelompok berisiko. Eksperimen juga menunjukkan xylitol dapat meningkatkan reaktivitas trombosit dan potensi pembentukan bekuan darah.
“Kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa xylitol dapat meningkatkan kemampuan trombosit membentuk gumpalan,” kata Marco Witkowski. Mekanisme itu diduga membantu menjelaskan kaitannya dengan serangan jantung dan stroke.
Kekhawatiran terhadap pemanis rendah kalori juga muncul dalam penelitian otak yang terbit pada 2025. Studi itu mengaitkan konsumsi tinggi beberapa pemanis dengan penurunan kognitif lebih cepat pada peserta berusia bawah 60 tahun.
Perlukah Menghindari Xylitol?
Para ahli menilai bukti saat ini belum cukup untuk menyatakan semua konsumsi xylitol berbahaya. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat terhadap penyakit kardiovaskular.
Witkowski menyarankan masyarakat berisiko membatasi xylitol dalam jumlah besar dan lebih mengutamakan makanan utuh. Temuan ini juga tidak berarti pasta gigi mengandung xylitol harus langsung ditinggalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....