Kurang Minum Bikin Jantung Bekerja Keras
- 24 Jul 2026 18:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Air putih bukan hanya berfungsi menghilangkan rasa haus, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, sirkulasi darah, serta fungsi organ vital, termasuk jantung. Saat tubuh kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, volume darah dapat berkurang dan darah menjadi lebih terkonsentrasi. Kondisi ini membuat sistem kardiovaskular harus bekerja lebih keras agar aliran darah tetap mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrients menjelaskan bahwa dehidrasi ringan sekalipun dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah, meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, serta mengganggu pengaturan tekanan darah. Akibatnya, denyut jantung dapat meningkat sebagai bentuk kompensasi tubuh untuk mempertahankan pasokan darah ke organ-organ penting.
Selain itu, sejumlah kajian mengenai hemorheologi atau sifat aliran darah menyebutkan bahwa perubahan kekentalan darah berkaitan dengan berbagai kondisi kardiovaskular. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kekentalan darah dipengaruhi banyak faktor, seperti kadar sel darah merah, protein plasma, penyakit tertentu, dan status hidrasi. Karena itu, dehidrasi bukan satu-satunya penyebab darah menjadi lebih kental, tetapi merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap perubahan tersebut.
Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, tubuh akan mengaktifkan berbagai mekanisme untuk mempertahankan tekanan darah. Hormon seperti vasopresin akan membantu menahan cairan sekaligus menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Mekanisme ini memang penting untuk mempertahankan sirkulasi, tetapi jika berlangsung terus-menerus akibat kurang minum, beban kerja jantung dapat meningkat.
Dehidrasi juga dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna lebih pekat, mudah lelah, sakit kepala, hingga pusing. Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, gangguan kesadaran, bahkan memerlukan penanganan medis segera. Risiko tersebut lebih tinggi pada anak-anak, lansia, pekerja di luar ruangan, serta masyarakat yang banyak berkeringat akibat cuaca panas.
Para pakar kesehatan menyarankan masyarakat tidak menunggu hingga merasa haus untuk minum. Rasa haus merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, konsumsi air putih sebaiknya dilakukan secara rutin sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
Selain minum air putih yang cukup, menjaga pola makan bergizi, mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, membatasi garam berlebihan, berolahraga secara teratur, serta tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Gaya hidup sehat secara keseluruhan terbukti lebih efektif dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dibanding hanya mengandalkan satu kebiasaan saja.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi, diharapkan kasus dehidrasi yang berdampak pada kesehatan dapat diminimalkan. Membiasakan membawa botol minum dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari merupakan langkah sederhana, namun memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung, pembuluh darah, serta fungsi tubuh secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....