Durasi Tidur ternyata Berkaitan dengan Gangguan Pernapasan

  • 16 Agt 2026 17:25 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Lama waktu tidur tidak hanbuatkan judubya berhubungan dengan kebugaran tubuh dan pikiran, tetapi juga memiliki kaitan dengan kesehatan pernapasan. Tidur yang terlalu singkat maupun terlalu lama disebut dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk sistem pernapasan.

Dokter Spesialis Paru sekaligus Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan durasi tidur agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemulihan.

Menurut Prof. Erlina, kebiasaan begadang maupun tidur secara berlebihan sama-sama perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan munculnya keluhan pernapasan.

Hal tersebut diperkuat oleh studi yang menganalisis data survei kesehatan nasional Amerika Serikat, National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), periode 2005–2012. Penelitian yang melibatkan 14.742 orang dewasa itu menunjukkan, durasi tidur sekitar 7 hingga 8 jam per malam berkaitan dengan lebih rendahnya keluhan pernapasan.

Orang yang tidur dalam durasi tersebut tercatat lebih jarang mengalami gangguan pernapasan dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur kurang atau berlebihan.

Kurang tidur dalam jangka panjang dapat membuat tubuh kehilangan waktu pemulihan yang optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan saluran pernapasan.

Namun, bukan berarti semakin lama tidur akan semakin baik. Prof. Erlina menjelaskan, kebiasaan tidur terlalu lama juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu atau proses peradangan di dalam tubuh.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang tetap merasa lelah meskipun sudah tidur dalam waktu yang panjang. Pada kelompok dengan durasi tidur berlebihan, keluhan seperti batuk dan sesak napas juga dilaporkan lebih sering ditemukan.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya memperhatikan jumlah jam tidur, tetapi juga menjaga pola tidur yang teratur dan berkualitas. Tidur yang cukup menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk membantu proses pemulihan sistem pernapasan.

Dengan demikian, menjaga waktu tidur bukan sekadar soal menghindari rasa kantuk di siang hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....