Makan Buah di Malam Hari, Ini Dampaknya pada Gula Darah

  • 07 Jul 2026 14:29 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Buah utuh aman dikonsumsi malam hari karena serat dan nutrisinya membantu tubuh mengatur gula darah secara bertahap tanpa lonjakan drastis.
  • Buah segar, beku, atau kalengan tanpa tambahan gula lebih disarankan daripada jus buah karena serat yang terkandung lebih lengkap.
  • Pilihan buah kaya serat seperti apel, pir, kiwi, raspberry, dan blackberry lebih baik untuk konsumsi malam hari, terutama untuk penderita diabetes.
  • Menggabungkan buah dengan protein atau lemak sehat (misalnya apel dengan selai kacang) dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Buah sering memicu cemas saat dikonsumsi malam hari. Padahal, tubuh biasanya tetap mampu mengatur gula darah setelah makan buah utuh.

Kekhawatiran itu muncul karena buah mengandung gula alami dan karbohidrat. Namun, buah utuh juga membawa serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting bagi tubuh.

Dilansir dari EatingWell, satu porsi buah utuh umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Kondisi itu terutama berlaku pada orang tanpa diabetes atau gangguan insulin.

Saat tidur, tubuh tetap bekerja menjaga gula darah agar tidak turun terlalu rendah. Hati melepaskan sedikit glukosa untuk membantu otak dan organ tetap mendapat energi.

Ahli gizi Kimberley Rose-Francis menyebut tidur dipengaruhi ritme sirkadian tubuh. Ritme ini ikut mengatur hormon yang terlibat dalam pengelolaan gula darah.

Menjelang pagi, kadar gula darah dapat meningkat karena perubahan hormon. CDC menyebut kondisi ini sebagai fenomena fajar, yang juga dapat terjadi pada penderita diabetes.

American Diabetes Association menjelaskan, fenomena fajar menjadi salah satu penyebab gula darah tinggi pada pagi hari. Penyebab lain dapat berkaitan dengan kerja insulin yang menurun.

Makanan tinggi karbohidrat atau porsi besar sebelum tidur dapat memengaruhi gula darah malam hari. Karena itu, jenis makanan dan jumlah porsi tetap perlu diperhatikan.

Bagi penderita diabetes, buah tidak harus dihindari sepenuhnya. ADA menyebut buah tetap dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin, mineral, dan serat.

Kuncinya adalah memilih bentuk buah yang lebih ramah bagi gula darah. Buah segar, beku, atau kalengan tanpa tambahan gula menjadi pilihan yang lebih disarankan.

Buah utuh lebih baik dibanding jus buah untuk konsumsi malam hari. Jus lebih cepat dicerna karena sebagian serat buah sudah hilang.

Rose-Francis mengatakan, “Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.” Karena itu, buah tinggi serat dapat memberi kenaikan gula darah yang lebih bertahap.

Pilihan buah kaya serat meliputi apel, pir, kiwi, raspberry, dan blackberry. Buah yang belum terlalu matang juga cenderung lebih baik karena gulanya belum terlalu tinggi.

Ahli gizi juga menyarankan buah dipadukan dengan protein atau lemak sehat. Contohnya apel dengan selai kacang, beri dengan yogurt Yunani, atau pir dengan kacang.

Porsi kecil tetap menjadi batas penting saat makan buah sebelum tidur. Bagi penderita diabetes, pengaturan buah sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....