Alat Makan Plastik Berpotensi Melepaskan Zat Berbahaya saat Panas

  • 26 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo - Penggunaan alat sehari-hari berbahan plastik kian marak di tengah masyarakat, termasuk untuk alat makan karena dinilai praktis, ringan, dan mudah didapat. Namun, di balik kemudahannya, penggunaan alat makan plastik untuk makanan bersuhu panas ternyata menyimpan potensi risiko bagi kesehatan.

Edukator sekaligus Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap, mengingatkan bahwa penggunaan sendok atau alat makan plastik pada makanan panas dapat memicu perpindahan senyawa kimia tertentu dari plastik ke dalam makanan.

"Selama ini banyak orang memilih sendok plastik agar lebih praktis dan tangan tetap bersih. Padahal, ketika sendok plastik digunakan untuk makanan panas, berminyak, atau dipakai mengaduk dalam waktu lama, risikonya tidak bisa dianggap sepele," ujar Bang Sap, dikutip Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, kombinasi suhu tinggi, kandungan minyak, serta lamanya kontak antara alat makan plastik dengan makanan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya migrasi mikroplastik maupun senyawa kimia ke dalam makanan. Kondisi tersebut terjadi karena tidak semua jenis plastik dirancang untuk tahan terhadap paparan panas.

Bang Sap mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum menggunakan alat makan berbahan plastik. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa kode identifikasi resin yang biasanya tertera di bagian bawah atau belakang produk.

Menurutnya, alat makan dengan kode daur ulang angka 5 (PP/Polypropylene) relatif lebih aman digunakan untuk makanan panas. Sebaliknya, masyarakat disarankan menghindari penggunaan plastik berkode 6 (PS/Polystyrene) untuk makanan bersuhu tinggi karena berpotensi lebih mudah melepaskan senyawa berbahaya saat terkena panas.

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih sering menyantap makanan berkuah panas seperti bakso, mi kuah, maupun soto menggunakan sendok plastik sekali pakai. Untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya, Bang Sap mendorong masyarakat mulai beralih ke alat makan yang lebih aman, seperti yang berbahan stainless steel, keramik, atau kaca, terutama saat mengonsumsi makanan dan minuman panas.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....