Roti Beku Bantu Kendalikan Gula Darah
- 21 Jul 2026 13:20 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Menyimpan roti di dalam freezer sebelum dikonsumsi belakangan menjadi perbincangan di media sosial karena diklaim dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Informasi tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah, meski manfaatnya tidak sebesar yang sering digambarkan. Para ahli menegaskan, cara ini bukan "obat ajaib", melainkan salah satu strategi sederhana yang dapat membantu memperbaiki respons tubuh terhadap karbohidrat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition oleh Burton dan Lightowler menunjukkan bahwa roti putih yang dibekukan, kemudian dicairkan, atau dipanggang setelah dibekukan menghasilkan respons glukosa darah yang lebih rendah dibandingkan roti segar. Penelitian tersebut dilakukan pada sukarelawan sehat dan menemukan bahwa proses pembekuan serta pemanggangan mampu menurunkan area respons glukosa (IAUC), yang menjadi salah satu indikator lonjakan gula darah setelah makan.
Fenomena tersebut terjadi karena proses pendinginan mengubah sebagian pati dalam roti menjadi resistant starch atau pati resisten melalui proses yang dikenal sebagai retrogradation. Pati resisten lebih sulit dicerna di usus halus sehingga penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat. Akibatnya, kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumsi roti cenderung lebih terkendali dibandingkan saat mengonsumsi roti yang masih segar.
Selain membantu mengendalikan respons gula darah, pati resisten juga berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Ketika difermentasi oleh mikrobiota usus, pati resisten menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat yang berperan menjaga kesehatan dinding usus, mengurangi peradangan, serta mendukung metabolisme tubuh. Namun, jumlah pati resisten yang terbentuk pada roti beku tetap bervariasi tergantung jenis roti dan proses pengolahannya.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat pembekuan roti bersifat moderat, bukan perubahan yang drastis. Penelitian yang ada masih melibatkan jumlah peserta relatif kecil sehingga diperlukan studi lebih besar untuk memastikan besarnya manfaat pada berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang diabetes tipe 2. Karena itu, menyimpan roti di freezer sebaiknya dipandang sebagai kebiasaan yang berpotensi membantu, bukan pengganti pola makan sehat maupun terapi medis.
Ahli gizi juga menekankan bahwa jenis roti tetap menjadi faktor utama. Roti gandum utuh, roti sourdough, atau roti tinggi serat umumnya memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan roti putih. Kandungan serat, protein, dan biji-bijian utuh membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga memberikan efek yang lebih baik terhadap kestabilan gula darah. Membekukan roti putih memang dapat memberikan manfaat tambahan, tetapi tidak mengubahnya menjadi makanan rendah indeks glikemik.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba cara ini, roti dapat disimpan dalam freezer, kemudian dicairkan pada suhu ruang atau langsung dipanggang sebelum dikonsumsi. Cara tersebut juga membantu memperpanjang masa simpan roti dan mengurangi pemborosan makanan. Namun, porsi makan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki gangguan metabolisme, karena jumlah karbohidrat yang dikonsumsi tetap berpengaruh terhadap kadar gula darah.
Menyimpan roti di freezer sebelum dikonsumsi memang didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah yang menunjukkan adanya penurunan respons gula darah akibat peningkatan pati resisten. Meski begitu, manfaatnya bersifat pelengkap dan akan lebih optimal jika diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, serta pemilihan roti yang lebih kaya serat. Dengan demikian, menjaga kesehatan metabolik tidak cukup hanya mengandalkan cara penyimpanan makanan, tetapi juga pola hidup sehat secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....