Telapak Tangan Sering Berkeringat, Benarkah Tanda Penyakit Jantung?
- 16 Jun 2026 09:10 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sebagian orang mengalami telapak tangan yang mudah berkeringat. Meski terlihat sebagai hal sederhana, kondisi ini terkadang dianggap mengganggu aktivitas tertentu, seperti saat berjabat tangan, menulis, menggunakan gawai, hingga bekerja. Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan gangguan jantung atau paru-paru. Namun, benarkah demikian?
Perawat sekaligus edukator kesehatan, Rizal, yang aktif membagikan informasi kesehatan melalui akun X miliknya @afrkml, menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos. Menurutnya, telapak tangan yang terus-menerus berkeringat lebih sering disebabkan oleh kondisi yang disebut hiperhidrosis.
"Hiperhidrosis merupakan kondisi ketika tubuh memproduksi keringat secara berlebihan, bahkan saat seseorang tidak sedang berolahraga atau berada di lingkungan yang panas," jelas Rizal.
Ia menepis anggapan bahwa telapak tangan yang selalu basah merupakan tanda paru-paru basah maupun jantung yang lemah. Menurutnya, kondisi tersebut umumnya tidak berkaitan langsung dengan kedua penyakit tersebut.
Meski tergolong tidak berbahaya, hiperhidrosis tetap perlu mendapat perhatian apabila muncul bersamaan dengan gejala lain. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan secara drastis, sering berkeringat pada malam hari, atau produksi keringat yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam kondisi demikian, pemeriksaan medis dianjurkan untuk memastikan tidak ada penyakit lain yang mendasari munculnya keringat berlebih tersebut.
| Baca juga: Kenali Tanda Awal Stroke sebelum Terlambat |
Rizal menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti hiperhidrosis primer atau hiperhidrosis yang muncul tanpa adanya penyakit tertentu masih belum diketahui secara jelas. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan dengan aktivitas berlebihan sistem saraf simpatik, yaitu bagian dari sistem saraf yang mengatur respons tubuh terhadap stres.
"Pada sebagian kasus, saraf simpatik yang mengatur produksi keringat bekerja terlalu aktif sehingga tubuh menghasilkan keringat lebih banyak dari yang dibutuhkan," ujarnya.
Selain faktor saraf, riwayat keluarga juga diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperhidrosis. Kondisi ini sering ditemukan pada beberapa anggota keluarga dalam satu garis keturunan.
Faktor psikologis seperti kecemasan juga menjadi pemicu yang cukup umum. Saat seseorang merasa gugup, tertekan, atau menghadapi situasi yang dianggap mengancam, tubuh akan mengaktifkan mekanisme alami yang dikenal sebagai fight or flight response.
Respons tersebut membuat berbagai fungsi tubuh meningkat untuk menghadapi ancaman, termasuk produksi keringat. Keringat yang keluar berfungsi membantu tubuh mengatur suhu sekaligus menjadi bagian dari reaksi fisiologis terhadap stres.
Karena itu, telapak tangan yang sering berkeringat tidak serta-merta menjadi pertanda adanya penyakit jantung. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lain yang tidak biasa, pemeriksaan ke tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....