Tubuh Pegal Total, Jangan Sepelekan

  • 08 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo - Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dengan kondisi tubuh terasa pegal, nyeri, dan tidak nyaman di hampir semua bagian? Atau mungkin Anda pernah mengalami rasa sakit yang muncul tiba-tiba dari kepala hingga kaki tanpa mengetahui penyebabnya? Kondisi badan nyeri semua memang sering dialami banyak orang dan kerap dianggap sebagai akibat kelelahan biasa. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih serius.

Rasa nyeri yang muncul di seluruh tubuh dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Aktivitas yang biasanya mudah dilakukan menjadi terasa berat. Berjalan, menaiki tangga, bekerja, bahkan sekadar bangun dari tempat tidur dapat terasa melelahkan ketika tubuh dipenuhi rasa pegal dan nyeri. Tidak jarang kondisi ini juga disertai rasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.

Menurut berbagai sumber kesehatan, badan nyeri semua dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kondisi ringan seperti kurang istirahat hingga penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami penyebab, cara mengatasi, serta tanda-tanda kapan keluhan ini harus segera diperiksakan ke dokter.

Stres Bisa Menjadi Penyebab Utama

Banyak orang tidak menyadari bahwa kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat dengan kondisi fisik. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah lebih tinggi. Kondisi ini menyebabkan otot-otot tubuh menjadi tegang secara terus-menerus.

Ketegangan otot yang berlangsung lama dapat memunculkan rasa nyeri di leher, bahu, punggung, hingga kaki. Selain itu, stres juga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit sehingga nyeri yang sebenarnya ringan terasa jauh lebih mengganggu.

Tak hanya itu, stres kronis juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat memicu rasa pegal dan nyeri secara menyeluruh.

Kurang Tidur Membuat Tubuh Sulit Pulih

Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk melakukan proses regenerasi dan pemulihan. Saat seseorang tidur, sel-sel tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, memperkuat sistem imun, dan memulihkan energi yang digunakan sepanjang hari.

Ketika waktu tidur tidak mencukupi atau kualitas tidur buruk, proses pemulihan tersebut tidak berjalan optimal. Akibatnya, tubuh terasa lelah, pegal, dan nyeri saat bangun keesokan harinya.

Para ahli merekomendasikan waktu tidur sekitar 8 hingga 9 jam per hari untuk remaja berusia 12 hingga 18 tahun. Sementara orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam.

Kurang tidur yang berlangsung dalam jangka panjang tidak hanya menyebabkan nyeri tubuh, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

Infeksi Virus dan Bakteri Sering Menyebabkan Pegal Seluruh Tubuh

Saat tubuh terserang virus atau bakteri, sistem kekebalan akan bekerja keras untuk melawan penyebab infeksi. Proses pertahanan alami ini memicu pelepasan zat-zat kimia yang menyebabkan peradangan.

Peradangan tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot dan sendi sehingga tubuh terasa pegal secara menyeluruh. Inilah alasan mengapa penderita flu, pilek, COVID-19, demam berdarah, atau infeksi lainnya sering mengeluhkan badan terasa sakit dan lemas.

Dalam banyak kasus, rasa nyeri biasanya akan berkurang seiring membaiknya kondisi infeksi. Namun apabila keluhan disertai demam tinggi yang tidak kunjung turun atau gejala lain yang semakin berat, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Sindrom Kelelahan Kronis yang Sering Tidak Disadari

Chronic Fatigue Syndrome (CFS) atau sindrom kelelahan kronis merupakan kondisi yang membuat seseorang mengalami kelelahan ekstrem dalam waktu lama. Berbeda dengan kelelahan biasa, kondisi ini tidak membaik meskipun penderita sudah beristirahat cukup.

Selain rasa lelah yang berkepanjangan, penderita CFS sering mengalami nyeri otot, sakit kepala, gangguan tidur, serta kesulitan berkonsentrasi. Aktivitas ringan yang biasanya mudah dilakukan pun dapat menyebabkan kelelahan berlebihan.

Karena gejalanya sering dianggap sebagai kelelahan biasa, banyak penderita yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi medis tertentu. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, sindrom ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Arthritis Dapat Menyebabkan Nyeri Menyebar

Arthritis atau radang sendi merupakan salah satu penyebab nyeri tubuh yang cukup umum, terutama pada usia lanjut. Penyakit ini terjadi ketika sendi mengalami peradangan akibat proses penuaan, penggunaan berlebihan, cedera, atau gangguan autoimun.

Saat banyak sendi mengalami peradangan secara bersamaan, rasa nyeri dapat menjalar ke berbagai bagian tubuh. Selain nyeri, penderita arthritis biasanya mengalami kekakuan sendi, pembengkakan, dan keterbatasan gerak.

Gejala sering kali terasa lebih berat pada pagi hari atau setelah seseorang berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....