Olahraga Malam Disebut Berbahaya, Dokter Berikan Penjelasan
- 23 Mei 2026 14:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID ,Gorontalo -Belakangan ini semakin banyak orang yang mulai menggemari olahraga, terutama pada malam hari setelah selesai bekerja atau beraktivitas. Namun, di tengah tren tersebut, masih ada anggapan bahwa olahraga malam tidak baik bagi kesehatan, bahkan disebut-sebut bisa merusak otak. Benarkah demikian?
Dokter Adam Prabata kembali memberikan penjelasan terkait edukasi kesehatan. Kali ini, ia meluruskan pandangan mengenai olahraga malam yang dianggap berdampak buruk bagi tubuh.
Melalui unggahan di akun X pribadinya, @AdamPrabata, dr. Adam menjelaskan bahwa olahraga pada malam hari memang dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berbahaya seperti yang selama ini dikhawatirkan banyak orang.
“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.
Kortisol dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, peningkatan berat badan, hingga resistensi insulin apabila kadarnya terus tinggi dalam waktu lama. Meski demikian, olahraga yang dilakukan secara rutin justru memberi dampak positif dalam membantu mengatur hormon kortisol di dalam tubuh.
Artinya, walaupun kadar kortisol meningkat setelah olahraga malam, tubuh tetap memperoleh manfaat kesehatan secara menyeluruh. Dalam unggahannya, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran sebagian orang yang mengaitkan kortisol dengan gangguan pada otak.
Saat ini, banyak orang memilih berolahraga di malam hari karena baru memiliki waktu luang setelah bekerja maupun menjalani aktivitas harian. Karena itu, dr. Adam menegaskan bahwa yang paling penting adalah menjaga konsistensi berolahraga, dibanding terlalu mempersoalkan waktu pelaksanaannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....