Smartwatch Jadi Andalan, Pantau Olahraga dan Kesehatan dari Pergelangan Tangan

  • 24 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Perkembangan teknologi membuat aktivitas olahraga dan pemantauan kesehatan semakin mudah dilakukan. Salah satunya melalui penggunaan smartwatch atau jam tangan pintar yang kini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu dan penerima notifikasi, tetapi juga menjadi perangkat pendamping untuk memantau aktivitas fisik, kualitas tidur hingga berbagai indikator kesehatan.

Bagi sebagian pengguna, smartwatch bahkan telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Perangkat yang dikenakan sepanjang hari tersebut mampu merekam berbagai data, mulai dari jumlah langkah, durasi dan intensitas olahraga, detak jantung, hingga pola tidur.

Pengalaman tersebut juga dirasakan salah seorang pengguna yang menjadikan smartwatch sebagai perangkat pendamping dalam aktivitas olahraga dan pemantauan kondisi tubuh sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat yang digunakan berganti dari Huawei Watch Fit 3, Huawei Watch GT Runner, Samsung Galaxy Watch 8 hingga Huawei Watch Fit 5 Pro.

Penggunaan beberapa perangkat tersebut memberikan pengalaman bahwa smartwatch bukan sekadar aksesori, tetapi dapat menjadi alat untuk melihat perubahan kondisi tubuh dari waktu ke waktu. Data detak jantung digunakan untuk melihat respons tubuh saat berjalan, jogging maupun bersepeda, sementara pemantauan tidur membantu melihat durasi dan pola istirahat setiap malam.

Untuk aktivitas olahraga, data detak jantung menjadi salah satu indikator yang paling sering diperhatikan. Ketika intensitas latihan meningkat, detak jantung dapat ikut meningkat. Dengan melihat data tersebut secara langsung, pengguna dapat menyesuaikan intensitas latihan agar olahraga tidak dilakukan secara berlebihan.

Smartwatch juga semakin banyak digunakan untuk aktivitas seperti berjalan kaki, jogging dan bersepeda. GPS, jumlah langkah, jarak, kecepatan, kalori serta detak jantung dapat ditampilkan secara langsung maupun direkap melalui aplikasi pendamping di ponsel.

Penggunaan perangkat wearable untuk olahraga bukan sekadar tren. Sebuah tinjauan sistematis terhadap teknologi wearable konsumen menunjukkan bahwa detak jantung merupakan salah satu indikator yang paling banyak diteliti dan relatif memiliki akurasi yang baik, meski hasilnya tetap dapat berbeda tergantung perangkat, aktivitas dan kondisi pengguna.

Selain aktivitas fisik, tidur menjadi bagian penting yang kini semakin mudah dipantau. Smartwatch dapat merekam perkiraan waktu tidur, waktu terjaga serta tahapan tidur seperti tidur ringan, tidur dalam dan REM. Data tersebut kemudian digunakan untuk melihat pola istirahat dari malam ke malam.

Huawei, misalnya, menggunakan teknologi TruSleep untuk menganalisis pola tidur. Pada perangkat yang mendukung TruSleep 5.0, sistem memanfaatkan berbagai data sensor seperti detak jantung, pergerakan dan pernapasan untuk memberikan gambaran mengenai struktur dan stabilitas tidur.

Samsung juga menghadirkan fitur pemantauan tidur melalui Galaxy Watch dan Samsung Health. Data yang dikumpulkan mencakup tahapan tidur, detak jantung, pergerakan dan pernapasan sehingga pengguna dapat melihat pola istirahat secara lebih terperinci.

Pengalaman menggunakan perangkat dari dua ekosistem tersebut juga memperlihatkan perbedaan pendekatan. Perangkat Huawei banyak digunakan untuk memantau aktivitas harian, olahraga, detak jantung dan tidur, sementara Galaxy Watch memberikan tambahan fitur kesehatan seperti ECG dan pemantauan tekanan darah pada perangkat serta wilayah yang mendukung fitur tersebut.

Samsung Health Monitor memungkinkan pengguna Galaxy Watch yang kompatibel untuk merekam elektrokardiogram (ECG), memantau detak jantung dan menggunakan fitur pemantauan tekanan darah. Data hasil pengukuran juga dapat disimpan dan ditinjau kembali melalui perangkat Galaxy.

Namun, smartwatch tetap memiliki batasan. Data yang ditampilkan merupakan hasil pengukuran sensor dan algoritma, sehingga tidak dapat disamakan dengan pemeriksaan medis. Penelitian mengenai perangkat wearable juga menunjukkan bahwa tingkat akurasi berbeda-beda tergantung jenis indikator yang diukur. Bahkan untuk tidur, sejumlah penelitian menemukan adanya kecenderungan perangkat konsumen memperkirakan waktu tidur lebih tinggi dibandingkan pengukuran rujukan.

Karena itu, smartwatch lebih tepat digunakan sebagai alat pemantauan dan melihat tren, bukan sebagai pengganti pemeriksaan dokter. Jika perangkat memberikan peringatan atau hasil yang tidak biasa secara berulang, pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan menggunakan metode medis yang sesuai.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif, keberadaan smartwatch memberikan keuntungan tersendiri. Data yang sebelumnya hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan tertentu kini dapat dipantau secara lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi pengguna yang rutin berolahraga, data tersebut dapat menjadi motivasi untuk lebih konsisten. Sementara bagi mereka yang ingin memperbaiki kualitas istirahat, catatan tidur dapat membantu melihat apakah perubahan kebiasaan, jadwal tidur maupun aktivitas fisik memberikan dampak terhadap pola tidur.

Pada akhirnya, smartwatch bukan sekadar perangkat yang menunjukkan berapa langkah yang telah ditempuh atau berapa lama seseorang tidur. Lebih dari itu, perangkat ini menjadi bagian dari perkembangan gaya hidup berbasis data, ketika seseorang dapat mengenali pola aktivitas dan kondisi tubuhnya sendiri melalui informasi yang dikumpulkan setiap hari.

Dari pergelangan tangan, data kesehatan kini berada lebih dekat dengan penggunanya. Tantangannya adalah bagaimana menggunakan data tersebut secara bijak, bukan sekadar mengejar angka, tetapi menjadikannya sebagai dorongan untuk hidup lebih aktif, berolahraga secara terukur dan menjaga waktu istirahat.

Sumber:

  1. Samsung Indonesia – Samsung Health Monitor dan fitur ECG, detak jantung serta tekanan darah.
  2. Samsung Indonesia – Samsung Health, pemantauan tidur, detak jantung dan kesehatan.
  3. Huawei Indonesia – HUAWEI WATCH FIT 5 dan teknologi TruSleep 5.0.
  4. Huawei – Dokumentasi TruSleep 5.0.
  5. PubMed – Keeping Pace with Wearables, tinjauan mengenai akurasi teknologi wearable dalam pengukuran kesehatan.
  6. PubMed – Tinjauan sistematis mengenai validitas smartwatch dalam pengukuran kesehatan.

Catatan: Fitur kesehatan smartwatch memiliki keterbatasan dan bukan pengganti diagnosis atau pemeriksaan medis profesional. Samsung sendiri menyatakan data dari Samsung Health Monitor tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....