Kenali Perbedaan Nyeri Leher dan Kolesterol Tinggi

  • 09 Mei 2026 20:43 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID ,Gorontalo - Banyak masyarakat mengaitkan nyeri atau pegal di leher dengan kolesterol tinggi. Padahal, menurut para ahli kesehatan, nyeri leher tidak selalu menjadi tanda kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Kesalahpahaman ini masih sering ditemukan sehingga penting untuk memahami perbedaan antara nyeri leher biasa dan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kolesterol tinggi.

dilansir dari halodoc , Nyeri leher biasa paling sering disebabkan oleh ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari. Beberapa faktor pemicunya antara lain:

• Terlalu lama menunduk saat menggunakan ponsel atau laptop

• Posisi tidur yang kurang tepat

• Kurang olahraga

• Stres dan kelelahan

• Cedera ringan pada otot leher

Gejalanya biasanya berupa:

• Pegal atau kaku di area leher

• Nyeri saat menoleh

• Otot terasa tegang

• Kadang disertai sakit kepala ringan

Keluhan ini umumnya membaik setelah istirahat, peregangan, pijat ringan, atau kompres hangat.

Kolesterol Tinggi Tidak Langsung Menyebabkan Pegal Leher

Dokter menjelaskan bahwa kolesterol tinggi sering disebut sebagai “silent disease” karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala khusus. Namun, kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga aliran darah terganggu.

Dalam kondisi tertentu, gangguan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi bisa menimbulkan:

• Pusing

• Mudah lelah

• Nyeri dada

• Kesemutan

• Tekanan di tengkuk atau belakang kepala

Meski demikian, pegal leher saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kolesterol tinggi. Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah.

Waspadai Jika Disertai Gejala Lain

Masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri apabila nyeri leher disertai:

• Sesak napas

• Nyeri dada

• Mati rasa pada tangan

• Tekanan darah tinggi

• Pusing berat

• Riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan sirkulasi darah yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Untuk mencegah nyeri leher sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap normal, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat seperti:

• Rutin berolahraga

• Mengurangi makanan berlemak dan gorengan

• Memperbanyak sayur dan buah

• Menghindari rokok

• Istirahat cukup

• Menjaga postur tubuh saat bekerja

Pemeriksaan kesehatan berkala juga penting dilakukan, terutama bagi orang yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga.

Dengan memahami perbedaan nyeri leher biasa dan gejala yang berkaitan dengan kolesterol, masyarakat diharapkan tidak mudah panik sekaligus lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....