Kasus Kematian Ibu di Gorontalo Capai 15, Dinkes Soroti Perdarahan dan Preeklamsia

  • 20 Apr 2026 16:53 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kasus kematian ibu di Provinsi Gorontalo masih menjadi perhatian serius. Hingga triwulan kedua tahun 2026, jumlah kasus tercatat sudah mencapai 15 kematian, yang menunjukkan kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat dari berbagai pihak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Syafiin Napu mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian ibu saat ini masih didominasi oleh perdarahan dan preeklamsia berat.

Menurutnya, kasus perdarahan umumnya terjadi akibat kondisi anemia yang dialami ibu hamil. Selain itu, faktor keterlambatan dalam proses rujukan ke fasilitas kesehatan juga turut memperparah kondisi hingga berujung pada kematian.

“Perdarahan ini banyak disebabkan oleh anemia pada ibu hamil, serta keterlambatan saat dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelas Syafiin.

Ia menambahkan, tingginya angka kematian ibu hingga pertengahan tahun ini menjadi indikator bahwa Gorontalo saat ini berada dalam kondisi gawat terkait keselamatan ibu hamil.

Pemerintah Provinsi Gorontalo pun menargetkan penurunan angka kematian ibu hingga akhir tahun 2026. Berbagai langkah strategis terus diupayakan, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan ibu, deteksi dini risiko kehamilan, hingga percepatan sistem rujukan.

Dinas Kesehatan berharap, dengan upaya yang dilakukan secara maksimal, tidak akan ada lagi penambahan kasus kematian ibu hingga akhir tahun, sehingga keselamatan ibu hamil di Gorontalo dapat lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....