Rutin Jalan Kaki Bantu Tangkal Dampak Buruk Duduk Lama

  • 08 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Jalan kaki rutin membantu mengurangi dampak buruk akibat duduk terlalu lama.
  • Aktivitas fisik harian berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
  • Mengurangi waktu duduk tetap penting meskipun jumlah langkah meningkat.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Gaya hidup kurang gerak semakin menjadi ancaman bagi kesehatan tubuh manusia. Kebiasaan berjalan kaki secara rutin dapat membantu mengurangi dampak buruk akibat terlalu lama duduk.

Kebiasaan duduk dalam waktu lama semakin sering terjadi dalam kehidupan modern. Aktivitas pekerjaan di depan komputer, penggunaan perangkat digital, dan minimnya pergerakan harian membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu dalam posisi tidak aktif.

Kondisi kurang bergerak berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, hingga penurunan harapan hidup. Risiko tersebut cenderung lebih rendah pada orang yang memiliki aktivitas fisik lebih tinggi.

Sebuah penelitian internasional yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menganalisis hubungan antara jumlah langkah harian, waktu duduk, penyakit kardiovaskular, dan risiko kematian. Analisis tersebut menggunakan data 72.174 peserta dari UK Biobank.

Para peserta dalam penelitian tersebut menggunakan akselerometer yang dipasang di pergelangan tangan selama tujuh hari. Perangkat itu digunakan untuk memperkirakan jumlah langkah harian dan waktu yang dihabiskan peserta dalam kondisi kurang aktif.

Rata-rata peserta menghabiskan waktu duduk sekitar 10,6 jam setiap hari. Peserta dengan waktu duduk lebih lama dari angka tersebut dikategorikan memiliki tingkat perilaku sedentari yang tinggi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin banyak langkah yang dilakukan seseorang, semakin rendah risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Manfaat tersebut tetap terlihat pada orang yang memiliki kebiasaan duduk dalam waktu lama.

Jumlah langkah harian yang memberikan manfaat optimal untuk mengurangi risiko akibat duduk lama berada pada kisaran 9.000 hingga 10.000 langkah per hari. Jumlah tersebut berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 21 persen dan risiko kematian sebesar 39 persen.

Namun, masyarakat tidak harus langsung mencapai jumlah langkah tersebut untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Sekitar 4.000 hingga 4.500 langkah per hari sudah menunjukkan sebagian manfaat perlindungan bagi tubuh.

Dilansir dari ScienceAlert, kebiasaan berjalan kaki menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk tetap aktif di tengah rutinitas yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Aktivitas ringan yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang bergerak.

Ilmuwan kesehatan masyarakat Matthew Ahmadi dari Universitas Sydney mengatakan bahwa peningkatan jumlah langkah harian dapat membantu mengimbangi dampak kesehatan dari waktu duduk yang sulit dihindari.

"Ini sama sekali bukan alasan untuk terbebas dari hukuman bagi orang-orang yang terlalu lama tidak aktif," jelas Matthew Ahmadi.

Menurutnya, semua gerakan memiliki manfaat dan masyarakat tetap perlu berusaha meningkatkan jumlah langkah harian.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jumlah langkah di atas 2.200 langkah per hari berkaitan dengan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Hubungan tersebut terlihat pada kelompok dengan waktu duduk rendah maupun tinggi.

Meski berjalan kaki memberikan manfaat kesehatan, para peneliti tetap mengingatkan pentingnya mengurangi waktu duduk secara keseluruhan. Menggabungkan aktivitas fisik dengan kebiasaan mengurangi waktu tidak aktif menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....