Studi Awal: Filter UV Rumah Bisa Redam Pemicu Asma

  • 17 Apr 2026 17:48 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Filter UV rumah dinilai bisa kurangi pemicu asma
  • Studi awal uji perangkat HVAC pada rumah anak asma
  • Peneliti dorong uji lanjutan untuk pastikan manfaat

RRI.CO.ID, Gorontalo - Filter UV pada sistem pendingin rumah diduga bisa menekan pemicu asma. Studi awal di Amerika Serikat menunjukkan mikroba terkait asma turun lebih dari dua kali lipat.

Temuan itu dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Academy of Allergy, Asthma & Immunology di Philadelphia. Forum itu berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2026, hingga Minggu, 2 Maret 2026.

Peneliti utama, Dr. Kaleb D. Ware, menyebut sinar ultraviolet memang dikenal bersifat bakterisida. Timnya lalu menguji apakah perubahan bakteri di rumah ikut memengaruhi kendali gejala asma.

“Kami membuat studi percontohan untuk melihat apakah perubahan bakteri dari UV berbasis HVAC dapat memengaruhi gejala asma,” kata Ware. Pernyataan itu menegaskan fokus riset ini ada pada kendali gejala, bukan sekadar kebersihan udara.

Peneliti memasang perangkat UV CREON2000A pada sistem HVAC di tujuh rumah anak dengan asma. Tujuh rumah lain memakai perangkat tiruan sebagai pembanding.

Tim mengambil sampel debu dari karpet saat alat dipasang dan mengulangnya setelah 12 bulan. Mereka lalu menilai 14 sampel berpasangan dan menghubungkannya dengan Composite Asthma Severity Index atau CASI.

Hasilnya tidak menunjukkan perbedaan jelas pada keragaman alfa dan beta mikroba. Namun, rumah dengan filter UV mencatat penurunan lebih dari dua logfold pada organisme yang terkait mikrobioma mulut.

Penurunan itu muncul seiring perbaikan satu poin skor CASI dari awal hingga tindak lanjut. Tim juga mencatat peningkatan beberapa bakteri usus komensal umum pada rumah yang menunjukkan perbaikan.

Ware dan tim menilai temuan ini layak diuji lagi di rumah dan fasilitas publik. Sekolah menjadi salah satu lokasi yang dinilai berpotensi mendapat manfaat tambahan.

Temuan pendukung datang dari studi lain tentang far-UVC 222 nanometer. Paparan 30 menit menurunkan alergen udara sekitar 20 persen sampai 25 persen dalam kondisi terkendali.

Riset ini masih tergolong tahap awal. Naskahnya dipublikasikan sebagai abstrak dalam suplemen daring Journal of Allergy and Clinical Immunology, sehingga pengujian lanjutan tetap dibutuhkan.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....