Tekan Kasus Kematian Ibu di Gorontalo, Sistem Layanan Kesehatan Perlu Dibenahi
- 13 Apr 2026 08:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sistem pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo dinilai perlu dibenahi guna menekan angka kematian ibu yang masih tinggi, Senin 13 April 2026. Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Gorontalo, dr. Maimun Ihsan, menyebut kondisi tersebut tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga berkaitan dengan sistem pelayanan yang belum optimal.
Menurut dr. Maimun, terdapat tiga penyebab utama kematian ibu, yakni hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, dan infeksi. Namun, faktor-faktor tersebut sejatinya dapat diminimalisir melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan pra-kehamilan.
Di sini, peran tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama, seperti puskesmas, dinilai sangat penting dalam mengenali kondisi ibu hamil, terutama yang memiliki risiko tinggi. Ia menekankan pentingnya rujukan terencana sejak awal, bukan menunggu kondisi menjadi gawat darurat.
"Kita sudah darurat, dari target yang harusnya cuman 20 (kasus kematian ibu sepanjang 2026) kemudian sekarang baru bulan Maret kita sudah 14 kematian ibu, ini kita menganggap bukan hanya masalah medis, tetapi juga soal sistem," tegas Maimun.
"Sebenarnya kuncinya ini adalah deteksi dini yaitu pemeriksaan pra kehamilan. Teman-teman di FKTP dasar harus dibekali dengan keterampilan USG dasar sehingga bisa mengenali resiko ibu hamil. Kemudian, sebaiknya dilakukan rujukan terencana, jangan nanti sudah gawat baru itu dirujuk. Sistem ini yang harus kita perbaiki," tambahnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam menekan angka kematian ibu. Tidak hanya kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat berperan.
"Berbagai pihak dibutuhkan peran aktifnya, bukan hanya dokter, bidan, petugas lapangan, pemerintah, juga masyarakat," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....