Gorontalo Darurat Kasus Kematian Ibu
- 13 Apr 2026 08:07 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kasus kematian ibu di Provinsi Gorontalo masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, Senin 13 April 2026. Persoalan ini tidak bisa dianggap biasa saja, mengingat dampaknya yang berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Syafiin Napu, mengungkapkan hingga Maret 2026 telah tercatat 14 kasus kematian ibu. Angka ini semakin mendekati target pemerintah yakni 20 kasus kematian hingga Desember nanti.
"Tahun 2026 ini kami menargetkan hanya ada 20 kasus sampai dengan bulan Desember. Tapi sampai bulan Maret ini, kita sudah mencapai 14, tinggal enam," ungkap Syafiin dalam dialog Dinkes P2KB.
Pemerintah daerah pun menilai situasi ini sebagai kondisi darurat yang memerlukan penanganan serius. Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lintas sektor, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
"Inshaallah kita akan melakukan pertemuan dengan lintas, kita akan mengevaluasi sebenarnya dimana faktor penyebabnya. Kita akan mengundang PMI, Puskesmas yang ada kasus kematian dan yang lainnya. Kita tidak akan mencari kesalahan dimana, tapi kita berdiskusi apa yang harus diperbaiki," tuturnya.
Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap ibu hamil, terutama melalui pemeriksaan rutin dan deteksi dini terhadap risiko kehamilan.
"Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi menghimbau kepada teman-teman di Kabupaten/Kota dan Puskesmas juga, lebih mengawasi lagi ibu hamil yang beresiko," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....