HPV Ancam Perempuan, Prodia Gorontalo Beri Edukasi
- 13 Feb 2026 14:47 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Berdasarkan data terbaru per awal 2026, sekitar 36 ribu perempuan didiagnosis kanker serviks setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 21 ribu kasus. Di Provinsi Gorontalo, penyakit ini dilaporkan sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Menyikapi tingginya angka tersebut, Kementerian Kesehatan menargetkan skrining HPV DNA terhadap 1,5 juta perempuan pada 2026 sebagai bagian dari percepatan eliminasi kanker serviks, termasuk memperluas deteksi dini di daerah seperti Gorontalo yang capaian skriningnya masih tergolong rendah.
Sejalan dengan upaya tersebut, sosialisasi kesehatan terkait bahaya kanker digelar di RRI Gorontalo, Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini membahas kanker payudara, kanker serviks, dan kanker prostat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Hariadi Cengi, selaku pimpinan Prodia sekaligus pemateri. Ia menjelaskan bahwa kanker terjadi akibat perubahan sel tubuh yang tidak normal dan tumbuh tidak terkendali. Namun demikian, peluang penanganan akan jauh lebih besar apabila penyakit dapat ditemukan sejak tahap awal.
Dalam pemaparannya, Hariadi menyebutkan sejumlah tanda dini kanker yang perlu diwaspadai masyarakat, antara lain munculnya benjolan pada tubuh, perubahan warna kulit, muncul atau membesarnya bercak pada kulit, keluarnya cairan atau darah yang tidak wajar dari tubuh, perubahan suara menjadi serak, batuk yang tidak kunjung sembuh, demam berulang, serta perubahan pola buang air besar dan buang air kecil.
Terkait kanker serviks, ia menjelaskan bahwa penyakit ini menyerang leher rahim dan pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru dirasakan ketika kanker memasuki stadium lanjut, seperti pendarahan saat berhubungan suami istri serta keputihan yang keluar tidak wajar dan berbau.
Hariadi menambahkan bahwa salah satu penyebab kanker serviks adalah infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Namun, tidak semua infeksi HPV akan berkembang menjadi kanker. Pada sebagian perempuan, virus tersebut dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan daya tahan tubuh yang baik. Meski demikian, pemeriksaan pap smear secara rutin tetap dianjurkan untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini.
Sebagai langkah pencegahan, perempuan juga didorong untuk melakukan vaksinasi HPV sejak usia remaja serta memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia dengan biaya terjangkau. Selain kanker serviks, sosialisasi ini turut membahas kanker payudara dan kanker prostat. Kanker payudara tidak hanya dialami perempuan, tetapi juga dapat menyerang laki-laki dengan faktor risiko tertentu. Sementara itu, kanker prostat hanya terjadi pada laki-laki dan dipengaruhi oleh faktor usia, pola makan tinggi lemak, serta faktor genetik.
Menutup pemaparannya, Hariadi mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur sebagai sumber antioksidan, serta tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini disebut sebagai langkah penting untuk mencegah kanker berkembang ke tahap yang lebih berat.
Liputan : Putri Muliani Talapiu / Mershinta Abdjul
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....