Rekomendasi Minuman setelah Makan Malam untuk Turunkan Berat Badan
- 09 Jun 2026 21:38 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Kefir, air putih, dan teh hijau tanpa kafein dapat mendukung diet malam.
- Jus ceri asam dapat membantu tidur, tetapi porsinya perlu dibatasi.
- Hindari alkohol, gula tambahan, dan kafein tinggi sebelum tidur.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Minuman setelah makan malam bisa menjadi teman diet atau justru penghambatnya. Pilihan yang tepat dapat membantu rasa kenyang, tidur lebih baik, dan menjaga asupan kalori.
Banyak orang berhati-hati memilih makanan, tetapi lupa memperhatikan minuman. Padahal, kalori cair bisa masuk tanpa terasa dan mengganggu penurunan berat badan.
Ahli gizi Melissa Mitri, MS, RD, mengingatkan bahwa beberapa minuman dapat membuat kalori harian melebihi batas. Minuman beralkohol juga dapat mengganggu tidur dan memperlambat program diet.
Sebaliknya, beberapa minuman dapat menjadi pilihan lebih ramah setelah makan malam. Syaratnya, minuman tersebut rendah gula, rendah kalori, dan tidak mengandung kafein tinggi.
Rekomendasi Minuman Setelah Makan Malam yang Baik untuk Diet:
Kefir
Kefir adalah minuman susu fermentasi dengan rasa sedikit asam. Minuman ini mengandung protein dan probiotik yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Kandungan protein dalam kefir dapat mengurangi keinginan ngemil pada malam hari. Probiotiknya juga membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang berkaitan dengan metabolisme tubuh.
Agar lebih aman untuk diet, pilih kefir tanpa pemanis. Kefir dengan rasa buah biasanya mengandung gula tambahan yang bisa menambah kalori.
Air Putih
Air putih menjadi pilihan paling sederhana setelah makan malam. Minuman ini tidak mengandung kalori dan dapat membantu tubuh merasa lebih kenyang.
Minum air setelah makan malam dapat membantu mengurangi dorongan untuk mencari camilan. Cara ini sederhana, tetapi cukup membantu bagi orang yang sering lapar menjelang tidur.
Jika air putih terasa membosankan, pilih air soda tanpa gula. Hindari minuman rasa kemasan yang mengandung pemanis tambahan.
Teh Hijau Tanpa Kafein
Teh hijau tanpa kafein dapat menjadi pilihan hangat sebelum tidur. Teh hijau mengandung katekin dan EGCG yang dikenal sebagai antioksidan.
Versi tanpa kafein lebih cocok diminum pada malam hari. Pilihan ini membantu mengurangi risiko sulit tidur bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Teh hijau tetap sebaiknya diminum tanpa gula. Tambahan gula, susu kental manis, atau krimer dapat mengubahnya menjadi minuman tinggi kalori.
Jus Ceri Asam
Jus ceri asam dikenal karena kaitannya dengan kualitas tidur. Ceri asam mengandung melatonin dan antosianin yang dapat membantu tubuh lebih rileks.
Tidur yang cukup berperan penting dalam pengendalian berat badan. Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan membuat keinginan makan lebih sulit dikendalikan.
Namun, jus ceri asam tetap mengandung gula alami. Gunakan porsi kecil atau campurkan dengan air putih agar kalorinya tidak berlebihan.
Minuman Fungsional Rendah Gula
Minuman fungsional mencakup kombucha, soda prebiotik, teh herbal, dan susu nabati tanpa pemanis. Beberapa produk mengandung probiotik, prebiotik, magnesium, atau bahan pendukung relaksasi.
Minuman jenis ini dapat menjadi pengganti minuman manis atau alkohol pada malam hari. Rasanya tetap menarik, tetapi kalorinya bisa lebih rendah jika dipilih dengan tepat.
Kuncinya adalah membaca label gizi sebelum membeli. Hindari produk tinggi gula tambahan, tinggi kafein, atau mengandung klaim kesehatan yang berlebihan.
Tips Lain untuk Menurunkan Berat Badan
Tidur lebih awal
Begadang sering membuat seseorang lebih mudah lapar pada malam hari. Kebiasaan ini dapat meningkatkan peluang makan camilan berkalori tinggi.
Mitri menyarankan seseorang membuat pengingat waktu tidur. Tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam dapat membantu pengendalian berat badan.
Jauhkan ponsel sebelum tidur
Menggulir layar ponsel sering dianggap sebagai cara bersantai. Namun, cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi melatonin.
Tidur yang buruk dapat membuat tubuh lebih mudah lapar keesokan harinya. Kondisi ini juga bisa menurunkan energi untuk berolahraga.
Hindari ngemil larut malam
Ngemil larut malam dapat menambah asupan kalori tanpa disadari. Kebiasaan ini juga dapat mengganggu proses pembakaran lemak saat tubuh beristirahat.
Jika masih lapar setelah makan malam, pilih camilan yang mengandung protein dan serat. Pilihan ini lebih membantu rasa kenyang dan menjaga gula darah.
Batasi alkohol pada malam hari
Alkohol dapat membuat seseorang lebih cepat mengantuk. Namun, kualitas tidur biasanya menjadi lebih buruk dan mudah terpecah.
Mitri menjelaskan bahwa alkohol dapat mengurangi waktu tidur REM. Pada sebagian perempuan, alkohol juga dapat memicu hot flashes saat perimenopause dan menopause.
Minuman setelah makan malam bukan jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Namun, pilihan yang tepat dapat membantu menjaga kalori, tidur, dan rasa kenyang.
Pola terbaik tetap menggabungkan makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan pembatasan gula. Dengan begitu, minuman malam dapat menjadi pendukung, bukan penghambat diet.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....