Akademisi UNG Soroti Penyakit Tidak Menular Dikalangan Mahasiswa

  • 26 Jan 2026 13:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Penyakit tidak menular (PTM) yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat semakin menjadi perhatian termasuk di kalangan akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Reinaldi Julfirman Saleh, seorang akademisi di UNG, mengungkapkan bahwa fenomena ini semakin hari terus menjadi bahan pembahasan, terutama dalam riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen di kampus tersebut.

Ia menjelaskan, ketertarikan mahasiswa untuk melakukan riset mengenai PTM ini semakin meningkat. Beberapa faktor yang menjadi sorotan adalah gaya hidup yang tidak sehat yang berkembang di lingkungan kampus, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan yang tidak baik.

"Fenomena penyakit tidak menular ini semakin hari terus dibahas seperti itu, bahkan di beberapa riset yang dilakukan oleh mahasiswa kami, baik itu skripsi, tesis, dan penelitian dosen, kami melihat bahwa pola hidup atau kebiasaan pola hidup yang tidak bersih atau PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) makin kesini semakin melanda para remaja atau mahasiswa," ujar Reinaldi pada Dialog Interaktif, Sabtu 24 Januari 2026.

"Hal ini dibuktikan dengan beberapa riset dan memang sering kali kami menemukan ketertarikan mahasiswa untuk meriset fenomena ini. Nah, ini sebenarnya tidak lepas dari situasi kita saat ini. Misalkan, contoh yang paling sederhana adalah fenomena warung kopi yang semakin berkembang," Tambahnya

Menurut Reinaldi, semakin banyaknya kedai kopi, termasuk kopi gerobak yang kini marak di Universitas Negeri Gorontalo, menjadi salah satu indikator perubahan pola hidup mahasiswa yang kurang sehat. Kebiasaan berkumpul di warung kopi yang menyajikan minuman berkafein dan sering disertai dengan makanan ringan berlemak menjadi faktor pendukung terjadinya PTM, seperti obesitas dan gangguan metabolisme.

"Sehingga memang hal ini yang seringkali menjadi faktor pendukung terjadinya penyakit tidak menular. Kalau dulu kita membahas penyakit menular, kalau sekarang kita lebih fokus pada penyakit tidak menular. Dan ini memang coba kita perkuat risetnya, karena di akademisi kita harus berbicara terkait riset," tegasnya

Reinaldi menambahkan, fenomena ini perlu mendapat perhatian lebih, baik dari pihak kampus maupun masyarakat luas. Kampus, menurutnya, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya pola hidup sehat, baik dalam pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan jangka panjang.

Ke depan, diharapkan riset-riset yang dilakukan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular, serta mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya gaya hidup bersih dan sehat. (RA)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....