Studi: Konsumsi Alkohol Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Demensia
- 28 Sep 2025 13:11 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo: Kebiasaan minum segelas demi segelas mungkin terasa wajar. Namun, studi baru mengungkap dampaknya bisa terkait risiko demensia.
Penelitian ini dipublikasikan di BMJ Evidence-Based Medicine pada 23 September 2025 oleh tim Universitas Oxford yang dipimpin Anya Topiwala. Studi melibatkan lebih dari 559 ribu orang dewasa berusia 56 hingga 72 tahun, dipantau hingga rata-rata 12 tahun.
Hasilnya menunjukkan 14.540 orang mengembangkan demensia selama periode studi, sementara 48.034 meninggal dunia. Analisis menemukan pola berbentuk U, dengan risiko lebih tinggi pada bukan peminum dan peminum berat.
Khusus peminum berat dengan lebih dari 40 minuman per minggu, risiko demensia meningkat signifikan hingga 41 persen dibanding peminum ringan. Individu dengan gangguan penggunaan alkohol juga menunjukkan risiko lebih tinggi sekitar 51 persen.
Analisis genetik dalam studi ini menguatkan temuan tersebut. Setiap peningkatan konsumsi alkohol secara signifikan berkaitan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 15 persen.
Para peneliti mencatat, individu yang kemudian mengembangkan demensia cenderung menurunkan asupan alkohol seiring waktu. Fenomena ini disebut kausalitas terbalik, yang penting diperhatikan dalam menafsirkan hasil penelitian.
Meskipun ada faktor lain yang dapat memengaruhi, tim peneliti menegaskan pengurangan konsumsi alkohol bisa menjadi strategi penting pencegahan demensia. Temuan ini relevan terutama bagi generasi muda yang mulai terbiasa dengan gaya hidup minum berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....