BMKG Gorontalo: Masyarakat Jangan Terpangaruh Hoax Fenomena Kilatan Cahaya

  • 12 Sep 2026 07:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO — Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya, meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait fenomena kilatan cahaya dan dentuman suara yang terjadi pada dini hari, 12 September 2026.

Andri menegaskan, hingga kini BMKG belum dapat memastikan penyebab fenomena tersebut. Dugaan bahwa cahaya yang terlihat merupakan meteor atau benda langit lainnya masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi memang harus kita cross-check lapangan," kata Andri.

Menurutnya, video yang beredar di media sosial tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab fenomena. Ia bahkan menemukan adanya video yang diklaim sebagai rekaman kejadian di Gorontalo, tetapi ternyata merupakan video lama dari wilayah Jawa.

Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

BMKG Pastikan Ada Getaran

Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, BMKG memastikan bahwa memang terdapat getaran yang terekam oleh seismograf pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan masyarakat.

Data BMKG menunjukkan terdapat empat sensor atau site yang mendeteksi getaran tersebut. Namun, karakter sinyal yang terekam berbeda dengan gempa bumi tektonik maupun vulkanik.

Andri menjelaskan, sumber getaran masih memiliki sejumlah kemungkinan, di antaranya tumbukan benda langit atau aktivitas manusia. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan analisis lebih lanjut serta pemeriksaan di lapangan.

"Intinya kami belum bisa menyimpulkan apakah ini meteor, benda angkasa apa, ataupun apakah ini aktivitas manusia," ujarnya.

Lokasi Sumber Belum Diketahui

BMKG juga belum dapat menentukan secara pasti lokasi sumber getaran. Hal itu disebabkan jarak antara gelombang P dan S pada rekaman seismograf sangat dekat sehingga fenomena tersebut dinilai bersifat sangat lokal.

Menurut Andri, energi yang dihasilkan gempa tektonik juga memiliki karakter berbeda dengan getaran akibat tumbukan benda langit maupun aktivitas manusia. Karena itu, analisis terhadap sinyal membutuhkan kajian tersendiri.

Jika fenomena tersebut ternyata disebabkan meteor, pemeriksaan di lokasi dapat menjadi penting untuk mencari kemungkinan adanya sisa material atau batu meteor maupun tanda-tanda tumbukan.

Sebaliknya, apabila penyebabnya bukan meteor, pemeriksaan lapangan diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai sumber getaran.

Video Warga Bisa Jadi Petunjuk

Andri mengatakan rekaman CCTV menjadi salah satu dokumentasi yang dapat membantu proses analisis. Terlebih, waktu munculnya kilatan cahaya dalam rekaman disebut memiliki jeda yang hampir sama dengan waktu getaran yang terekam seismograf BMKG.

Meski demikian, kesamaan waktu tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa fenomena itu merupakan meteor.

BMKG berharap warga yang memiliki video asli dapat memberikan informasi mengenai lokasi pengambilan gambar. Dengan mengetahui lokasi, petugas dapat melakukan pengecekan langsung dan mencocokkan kondisi di lapangan dengan data seismograf.

Andri juga mengatakan fenomena semacam ini kemungkinan menjadi catatan pertama yang diketahui pihaknya, meskipun tidak menutup kemungkinan pernah terjadi sebelumnya namun tidak terdokumentasikan atau tidak terinformasikan.

Ia menilai perkembangan media sosial membuat informasi mengenai fenomena seperti ini lebih cepat tersebar. Kondisi tersebut di satu sisi membantu masyarakat memperoleh informasi, tetapi di sisi lain juga berpotensi mempercepat penyebaran video lama maupun informasi yang belum terverifikasi.

Karena itu, masyarakat Gorontalo diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan. BMKG masih melakukan kajian dan membutuhkan verifikasi lapangan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....