100 Titik Internet Beroperasi, Desa Daenaa Nyaris Bebas dari Masalah Blank Spot
- 10 Sep 2026 09:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sebanyak 100 titik akses internet program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, kini telah beroperasi di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Kehadiran fasilitas tersebut nyaris mengatasi masalah keterbatasan akses jaringan dan internet yang dihadapi masyarakat setempat selama ini, sekaligus membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis digital.
Program yang direalisasikan sejak Juli 2026 itu diprioritaskan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa, khususnya para pelaku usaha dan UMKM. Jaringan WiFi tersebut terpasang di berbagai tempat usaha warga, mulai dari warung makan, kios, bengkel, hingga sejumlah lokasi usaha lainnya. Akses internet ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas pemasaran dan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital.
Kepala Desa Daenaa, Jefri A. Rahim, mengatakan fasilitas internet tidak hanya menyasar tempat usaha masyarakat, tetapi juga telah menjangkau sejumlah fasilitas pelayanan publik. Di antaranya Kantor Desa, Pustu, masjid, hingga sekolah PAUD/TK.
“Alhamdulillah, 100 titik sudah terpasang dan beroperasi. Pelaku usaha seperti pemilik warung dan bengkel sudah terjangkau. Kami berharap fasilitas ini memperluas pasar usaha warga,” ujar Jefri, Selasa 8 September 2026.
Meski sebagian besar wilayah telah terhubung, Jefri menyebut masih terdapat sekitar satu kilometer wilayah di Dusun 5 yang belum terjangkau jaringan internet. Ia berharap pemerintah dapat melanjutkan perluasan program tersebut hingga seluruh dusun di Desa Daenaa terbebas dari blank spot.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Dr. Safwan Bano, menjelaskan Kabupaten Gorontalo pada tahun 2026 mendapatkan alokasi program Kampung Internet di dua lokasi. Selain Desa Daenaa dengan sasaran 100 kepala keluarga, program tersebut juga direalisasikan di Desa Mootinelo, Kecamatan Tabongo, dengan sasaran 63 kepala keluarga.
“Sasaran utamanya memang pelaku UMKM desa dan fasilitas umum. Pemkab Gorontalo terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar wilayah yang masih mengalami blind spot dapat bertahap terjangkau seluruhnya,” kata Safwan.
Pemerataan akses internet menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Selain menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, ketersediaan jaringan juga dapat mempercepat pelayanan publik serta memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan memanfaatkan berbagai layanan digital.
Dengan semakin luasnya akses internet, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis pelayanan publik di desa dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Pada saat yang sama, masyarakat juga diharapkan mampu memanfaatkan infrastruktur digital untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing ekonomi berbasis digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....