Kilatan Cahaya dan Dentuman di Gorontalo, BMKG: Getaran Terekam Seismograf
- 12 Sep 2026 07:36 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO — Fenomena kilatan cahaya yang disertai dentuman dan getaran misterius terjadi di Gorontalo pada dini hari Sabtu 12 September 2026. Peristiwa yang dirasakan sejumlah warga tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Gorontalo memastikan adanya getaran yang terekam oleh alat seismograf, namun belum dapat memastikan sumber fenomena tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, kepada RRI menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, getaran dirasakan sekitar pukul 00.15 hingga 00.20 WITA.
Menurut Andri, BMKG memiliki seismometer atau seismograf yang berfungsi mendeteksi getaran kuat. Berdasarkan laporan masyarakat, pada waktu tersebut warga yang tidak sedang tertidur lelap atau masih melakukan aktivitas dapat merasakan getaran.
"Memang kalau dari stasiun kita, BMKG itu memiliki seismometer atau seismograph yang mendeteksi getaran, getaran kuat. Nah kebetulan berdasarkan info dari masyarakat bahwa jam 00, sekitar 00.15 sampai 20 menit itu merasakan getaran," kata Andri.
Ia menjelaskan, getaran tersebut apabila disederhanakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) berada pada kisaran II-III MMI. Getaran dengan intensitas tersebut memang tidak tergolong besar, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas.
"Apabila masyarakat itu tidak dalam kondisi sedang tertidur lelap, artinya masih dalam aktivitas itu bisa sangat merasakan. Nah getaran ini mungkin kita sederhanakan ke dalam skala MMI itu, beberapa orang yang sedang beraktivitas merasakan getaran itu," jelasnya.
Getaran tersebut, lanjut Andri, dapat dirasakan dalam bentuk suara yang didengar telinga maupun getaran pada benda-benda di sekitar, termasuk kaca.
"Baik itu getaran suara yang didengarkan oleh telinga dan melewati media kaca ya, masyarakat yang mendengarkan itu ya, atau merasakan itu, getaran kaca ya, jadi sekitar 2-3 MMI walaupun getarannya tidak cukup besar" ujarnya.
Berdasarkan rekaman sinyal seismograf, Andri memastikan fenomena tersebut tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.
| Baca juga: Jauhkan Ponsel Demi Tidur Berkualitas |
"Nah, ini sangat kalau dilihat dari getaran ini, getaran ini memang merupakan salah satu gempa bumi, tetapi sumber gempa bumi ini bukan berasal dari tektonik maupun vulkanik," kata Andri.
Dengan demikian, menurut Andri, masih terdapat dua kemungkinan yang perlu dikaji lebih lanjut, yakni fenomena tersebut berkaitan dengan meteor atau benda langit, maupun akibat aktivitas manusia. Salah satu hal yang membuat analisis fenomena tersebut menjadi sulit adalah karakteristik sinyal yang terekam pada seismograf.
Andri mengatakan jarak antara gelombang P dan S dalam rekaman sangat dekat. Kondisi tersebut membuat lokasi sumber getaran sulit ditentukan secara pasti.
"Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, antara gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....