Tingkat Kegemaran Baca di Gorontalo Turun, Dipicu Metode Survei Perpusnas
- 19 Mei 2026 07:29 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tingkat kegemaran membaca masyarakat di Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, yang menyebut penurunan tersebut dipengaruhi adanya perubahan metode survei dan indikator penilaian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Ridwan menjelaskan, tingkat kegemaran membaca masyarakat di Gorontalo tahun 2026 berdasarkan hasil penilaian Perpusnas berada di angka 59,2 poin. Menurutnya, Perpusnas menggunakan regulasi dan sistem penilaian baru yang diterbitkan pada akhir tahun 2025 dan langsung diterapkan dalam pelaksanaan survei tahun ini. Kondisi tersebut membuat daerah belum sempat melakukan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat.
“Terkait dengan minat baca masyarakat itu diukur dari tingkat kegemaran membaca, dan tingkat kegemaran membaca kita tahun 2026 ini yang hasilnya diperoleh dari penilaian dari Perpusnas nilainya Provinsi Gorontalo itu kurang lebih 59,2. Dan memang untuk penilaian tahun ini agak turun dan penurunan ini karena ada perubahan survei dari tingkat kegemaran membaca maupun literasi masyarakat,” ujar Ridwan Hemeto
“Jadi tahun ini memang ada penilaian atau survei baru yang digunakan untuk mengukur tingkat kegemaran membaca maupun literasi masyarakat. Sementara regulasi atau penilaian yang baru ini yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional terbit pada akhir tahun 2025 dan langsung digunakan pada saat survei tersebut, sehingga pada saat pelaksanaan survei penetapan hasilnya IPLM maupun tingkat kegemaran membaca belum sempat disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga nilai Gorontalo turun,” jelasnya
Meski demikian, Ridwan menilai minat baca masyarakat Gorontalo secara nyata di lapangan sebenarnya cukup tinggi. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah kunjungan masyarakat ke sejumlah perpustakaan.
“Meskipun memang kondisinya sampai saat ini dari tingkat kegemaran membaca maupun literasi masyarakat di Gorontalo memang masih tergolong rendah. Tetapi kalau kita melihat tingkat kegemaran membaca secara riil di lapangan sebenarnya cukup tinggi, akan tetapi kalau diukur dengan indikator dari Perpusnas hasilnya seperti itu,” katanya
Ia bahkan menyebut sejumlah perpustakaan di Gorontalo mampu menarik lebih dari seratus pengunjung setiap hari.
“Dan ini saya bisa buktikan bahwa perpustakaan tidak sepi-sepi amat, bahkan banyak perpustakaan memperoleh kunjungan lebih dari seratus orang pengunjung per hari,” tambah Ridwan.
Untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan berbagai langkah. Pada tahun 2026, Gorontalo juga memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpusnas untuk pengembangan perpustakaan daerah.
“Nah di tahun 2026 ini kami memperoleh anggaran alokasi khusus dari Perpusnas dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat melalui dana pengembangan perpustakaan daerah dan seluruh kabupaten/kota kecuali Kabupaten Pohuwato tidak memperoleh anggaran tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo juga terus menggencarkan sosialisasi literasi serta menghadirkan layanan digital melalui aplikasi I-Arpus Gorontalo.
“Di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo kami juga telah melaunching aplikasi I-Arpus Gorontalo, dimana di aplikasi ini kami menyediakan buku-buku digital. Dan aplikasi ini dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat, termasuk kami juga rutin melaksanakan perpustakaan keliling,” pungkas Ridwan. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....