Susu Kambing Gorontalo Berpotensi Besar Untuk Industri Pangan
- 17 Des 2025 14:17 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Susu kambing lokal Gorontalo kini mendapatkan perhatian lebih berkat hasil penelitian yang menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri pangan berbasis susu. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Discover Food (Springer Nature), dengan judul “Characterization of Physicochemical and Rheological Properties of Gorontalo Local Goat Milk for Dairy Technology Applications”.
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti lintas institusi yang dipimpin oleh Agus Bahar Rachman dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), bersama Fahrul Ilham (UNG), Lukman Hakim dan Nicolays Jambang (PRTPP BRIN), serta Andi Patiware dari Metaragakusuma Research Institute for Humanity and Nature. Penelitian ini mengkaji karakteristik fisikokimia dan reologi susu kambing dari empat genotipe yang dipelihara secara tradisional di Gorontalo, yaitu kambing Kacang, kambing lokal Gorontalo, kambing Peranakan Etawa, dan kambing persilangan Saanen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kambing memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas susu. Susu dari kambing persilangan, khususnya Saanen dan Peranakan Etawa, mengandung protein total dan fraksi kasein yang lebih tinggi, menjadikannya sangat potensial untuk produk susu berprotein tinggi seperti keju dan yoghurt. Sementara itu, susu kambing Kacang, yang dominan dengan protein whey, lebih mudah dicerna dan cocok untuk produk pangan fungsional serta nutrisi khusus.
Agus Bahar Rachman menjelaskan bahwa pengembangan susu kambing di Gorontalo sangat relevan dengan kondisi geografis dan iklim daerah yang mendukung peternakan kambing.
“Di Gorontalo, suhu udara yang lebih tinggi dari suhu ruang normal membuat kambing lebih tahan dibandingkan sapi perah. Selain itu, pengembangan sapi perah membutuhkan suhu rendah, di bawah 15 derajat, sehingga kurang cocok untuk daerah seperti Gorontalo,” ujar Agus
Agus menambahkan bahwa potensi pengembangan industri susu kambing dapat didorong melalui kebijakan nasional, seperti program Koperasi Merah Putih yang dikembangkan oleh Presiden Prabowo. Program ini diharapkan dapat mengakselerasi perkembangan peternakan kambing di desa-desa, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan peternak dan perekonomian lokal.
Lebih lanjut, Agus menilai peluang besar untuk pengembangan susu kambing di Gorontalo. “Masyarakat Gorontalo sebenarnya sudah memiliki potensi besar, tinggal bagaimana mereka mengubah pola pikir terkait pangan fungsional. Susu kambing memiliki kandungan protein tertentu yang lebih ramah bagi sistem pencernaan, menjadikannya pilihan yang lebih baik dibandingkan susu sapi,” jelasnya
Keunggulan susu kambing terletak pada kandungan protein seperti laktoglobulin dan laktoferin, yang lebih mudah dicerna dan tidak menyebabkan intoleransi laktosa.
“Karena ukuran globula protein pada susu kambing lebih kecil, ia lebih mudah dicerna dibandingkan susu sapi. Oleh karena itu, orang yang sensitif terhadap susu sapi tidak akan mengalami masalah pencernaan saat mengonsumsi susu kambing,” tambah Agus
Penelitian ini juga menegaskan bahwa susu kambing lokal Gorontalo memiliki karakteristik reologi yang stabil dan baik, serta sesuai untuk berbagai aplikasi teknologi pangan. Temuan ini diharapkan tidak hanya mendorong pengembangan industri susu kambing berbasis potensi lokal, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi peternak di Gorontalo.
Dengan hasil penelitian ini, diharapkan susu kambing lokal Gorontalo dapat menjadi alternatif produk pangan yang lebih sehat dan bermanfaat, serta memberi dampak positif bagi sektor peternakan dan industri pangan di Indonesia. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....