MPLS Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Usia Dini

  • 11 Jul 2026 17:27 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID Gorontalo : Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bukan sekadar kegiatan menyambut tahun ajaran baru. Bagi anak usia dini, momen ini menjadi langkah pertama untuk mengenal lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, sekaligus membentuk karakter dasar yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Guru TK Pembina Kota Gorontalo menegaskan, pendidikan karakter merupakan hal yang paling penting ditanamkan sejak usia dini. Sebelum anak dibekali berbagai kemampuan akademik, mereka perlu terlebih dahulu memahami nilai-nilai dasar kehidupan, seperti kemandirian, sopan santun, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, serta kemampuan menghargai orang lain.

Pada masa MPLS, guru mulai mengenalkan berbagai kebiasaan sederhana yang akan dilakukan setiap hari di sekolah. Mulai dari mengucapkan salam ketika datang, berbaris dengan tertib, merapikan tas dan sepatu sendiri, mencuci tangan sebelum makan, meminta izin ketika ingin ke toilet, hingga mengucapkan terima kasih dan meminta maaf. Kebiasaan-kebiasaan sederhana inilah yang perlahan membentuk karakter positif anak.

Selain itu, salah satu tujuan penting MPLS adalah membantu anak membangun hubungan sosial dengan teman-teman barunya. Tidak semua anak langsung berani berinteraksi. Karena itu, guru memiliki peran besar dalam memperkenalkan satu anak dengan anak lainnya melalui permainan kelompok, kegiatan bernyanyi bersama, bercerita, maupun aktivitas yang mendorong kerja sama. Dengan cara yang menyenangkan, anak belajar saling mengenal, berbagi, menunggu giliran, dan menghargai perbedaan.

Guru juga memahami bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada anak yang mudah bergaul, ada yang masih malu, bahkan ada pula yang cenderung introvert. Namun, anak introvert bukan berarti tidak mampu bersosialisasi. Ada anak yang pendiam tetapi sebenarnya ingin didekati dan diajak bermain. Ada pula anak introvert yang tetap ceria, hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu, guru tidak boleh memaksa, melainkan mendampingi dengan pendekatan yang hangat dan penuh kesabaran.

Untuk mengenali kebutuhan setiap anak, guru melakukan asesmen awal sejak hari-hari pertama sekolah. Asesmen ini bukan berupa ujian, melainkan pengamatan terhadap perilaku, kemampuan berkomunikasi, kemandirian, interaksi sosial, serta perkembangan emosional anak. Dari hasil pengamatan tersebut, guru membuat catatan khusus mengenai perkembangan masing-masing peserta didik.

Catatan ini sangat penting karena menjadi dasar bagi guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Jika ditemukan anak yang masih sulit beradaptasi, mudah menangis, kurang percaya diri, atau mengalami hambatan dalam berkomunikasi, guru dapat segera mencari solusi sejak dini. Pendekatan yang cepat dan tepat akan membantu anak merasa lebih nyaman sehingga proses belajar dapat berlangsung secara optimal.

Guru juga menitipkan pesan kepada seluruh orang tua agar memberikan keyakinan kepada anak sebelum berangkat ke sekolah. Tanamkan dalam diri mereka bahwa guru adalah orang yang akan membantu, melindungi, dan menyayangi mereka selama berada di sekolah. Katakan kepada anak bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menyenangkan, penuh teman baru, dan banyak pengalaman menarik untuk dipelajari.

Keberhasilan MPLS tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga. Ketika orang tua dan guru memiliki semangat yang sama dalam menanamkan karakter positif, anak akan lebih mudah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, santun, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, MPLS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi penting dalam membangun fondasi karakter anak. Sebab, karakter yang dibiasakan sejak usia dini akan menjadi bekal berharga yang terus melekat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....