Pendidikan Keterampilan Digital untuk Masa Depan

  • 21 Jun 2026 09:16 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID Gorontalo: Perkembangan teknologi digital kini tak bisa lagi dihindari. Dunia pendidikan pun dituntut untuk beradaptasi, agar mampu mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga terampil dalam menghadapi era digital.

Di SMP Negeri 1 Kwandang, Gorontalo Utara, langkah maju sudah mulai terlihat. Sekolah ini telah memanfaatkan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi dari pemerintah pusat, seperti papan interaktif atau smartboard, yang memungkinkan proses belajar menjadi lebih menarik dan partisipatif.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Kwandang menyampaikan, penggunaan media pembelajaran interaktif ini memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup bagi siswa. Materi tidak lagi hanya disampaikan secara konvensional, tetapi dikemas secara visual dan interaktif sehingga lebih mudah dipahami. Namun, di balik kemajuan tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.Salah satu kendala utama adalah kemampuan guru yang belum merata dalam mengoperasikan teknologi digital. Tidak semua tenaga pendidik memiliki kesiapan yang sama dalam memanfaatkan perangkat modern ini secara maksimal.

Selain itu, keterbatasan akses juga menjadi persoalan. Tidak semua siswa memiliki perangkat atau akses internet yang memadai di rumah. Hal ini berpotensi menimbulkan kesenjangan dalam proses belajar.

Pihak sekolah pun dituntut untuk menghadirkan solusi, agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran digital secara adil dan merata.

Sementara itu, Akademisi Asryani Nadjamudin menekankan bahwa kesiapan menghadapi pendidikan digital tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah semata.Menurutnya, peran orang tua justru sangat penting, karena waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah dibandingkan di sekolah.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun sekolah telah memiliki fasilitas seperti smartboard, pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah: seberapa mudah akses internet bagi siswa? Dan apakah setiap anak memiliki fasilitas pendukung di rumah?

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa anak-anak generasi Alfa memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami dan mengembangkan teknologi. Mereka bukan hanya sebagai pengguna (konsumen), tetapi berpotensi menjadi pencipta (produsen) di dunia digital.

Namun demikian, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan benteng moral yang kuat. Dalam hal ini, pola asuh atau parenting menjadi kunci utama.

“Teknologi hanyalah alat. Jangan sampai anak-anak justru bergantung sepenuhnya tanpa kontrol,” tegasnya sabtu 20 Juni 2026.

Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, pendidikan keterampilan digital diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....