BNPB Apresiasi OPD Gorontalo Kompak Susun Rencana Penanggulangan Bencana

  • 09 Sep 2026 11:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO>ID, Gorontalo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi antusiasme Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Gorontalo dalam menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sebagai arah kebijakan penanggulangan bencana untuk lima tahun ke depan.

Apresiasi tersebut disampaikan Tenaga Ahli Kebencanaan BNPB, Kristanti, dalam rangkaian pembahasan dan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rancangan Awal RPB Provinsi Gorontalo.

Kristanti menilai keterlibatan aktif berbagai OPD menjadi modal penting dalam menghasilkan dokumen perencanaan penanggulangan bencana yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Saya sangat senang sekali karena antusias dari semua OPD dalam merencanakan program-program yang akan kita lakukan selama lima tahun ke depan,” ujar Kristanti dalam siaran pers BPBD, Selasa, 8 September 2026.

Ia menjelaskan, proses penyusunan RPB tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh sektor. Setiap OPD memiliki peran penting untuk memastikan aspek penanggulangan bencana terintegrasi dalam program dan kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, hasil pembahasan selama dua hari tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program dan kegiatan secara lebih rinci. Program tersebut nantinya akan disusun dan disinkronkan secara daring sebagai gambaran arah penanggulangan bencana Provinsi Gorontalo dalam lima tahun mendatang.

“Kelanjutan dari kegiatan hari ini nanti akan disusun kembali program-program kegiatannya yang akan disusun secara online untuk menjadi gambaran lima tahun ke depan dalam penanggulangan bencana di Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Dalam proses FGD, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengkaji sejumlah aspek penting yang menjadi dasar penyusunan RPB.

Kelompok pertama membahas paparan bencana, dengan mengidentifikasi berbagai persoalan dan isu yang perlu dimasukkan dalam aspek keterpaparan terhadap ancaman bencana.

Kelompok kedua mengkaji Indeks Ketahanan Daerah (IKD) pada lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Gorontalo. Pembahasan diarahkan untuk melihat indikator-indikator yang masih dapat ditingkatkan guna memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana.

Sementara itu, kelompok lainnya mengkaji keterkaitan antara penanggulangan bencana dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program penanggulangan bencana dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Misalnya kelompok satu mengkaji paparan bencana, sebenarnya masalah atau isu apa yang akan dimasukkan dalam keterpaparan. Kemudian indeks ketahanan daerah, dari lima kabupaten dan satu kota, indikator mana yang bisa ditingkatkan agar mendapatkan indeks ketahanan daerah yang lebih tinggi,” terangnya.

Kristanti menambahkan, keterkaitan antara RPB dan RPJMD menjadi hal penting agar program penanggulangan bencana dapat berjalan secara terpadu dan tidak berdiri sendiri.

Dalam pembahasan tersebut, seluruh OPD juga membaur dan bersama-sama merumuskan lima isu strategis penanggulangan bencana. Isu strategis tersebut selanjutnya akan diturunkan menjadi arah kebijakan dan program penanggulangan bencana untuk periode lima tahun mendatang.

“Isu strategis itu ada lima isu strategis yang disimpulkan dalam penanggulangan bencana. Selanjutnya nanti akan diturunkan kembali menjadi arah kebijakan, programnya seperti apa dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata, menyampaikan terima kasih kepada Tenaga Ahli Kebencanaan BNPB, Kristanti, yang telah hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Menurut Syahbuddin, kehadiran dan pendampingan dari BNPB memberikan kontribusi penting dalam proses penyusunan RPB Provinsi Gorontalo, khususnya dalam memberikan perspektif teknis serta arahan terhadap penyusunan program penanggulangan bencana untuk lima tahun ke depan.

“Atas nama BPBD Provinsi Gorontalo, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kristanti selaku Tenaga Ahli Kebencanaan BNPB yang telah hadir dan memberikan penguatan serta menjadi narasumber dalam kegiatan penyusunan RPB ini,” ujar Syahbuddin.

Ia juga mengapresiasi seluruh OPD yang telah berpartisipasi aktif selama proses pembahasan dan FGD. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan RPB yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi kebencanaan di Provinsi Gorontalo.

“Semoga hasil dari pembahasan ini dapat menjadi fondasi dalam menyusun program penanggulangan bencana yang lebih terarah, terpadu dan sesuai dengan karakteristik risiko bencana di Provinsi Gorontalo,” tambahnya. (mcgorontaloprov/ppid)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....