Alarm Kebakaran Lahan, BPBD Gorontalo Catat 77 Kejadian
- 08 Sep 2026 12:13 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kebakaran lahan di Provinsi Gorontalo terus menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo. Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), tercatat sebanyak 77 kejadian kebakaran lahan sejak 25 Juli hingga 6 September 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hifny Tegela, mengatakan tingginya kejadian kebakaran lahan menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
“Data ini menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas apabila kondisi lingkungan kering dan disertai angin,” ujar Hifny. Senin (7/9/2026).
Berdasarkan rekapitulasi laporan kejadian kebakaran lahan periode 25 Juli hingga 6 September 2026, Kabupaten Bone Bolango menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 33 kejadian.
Selanjutnya, Kabupaten Gorontalo tercatat 23 kejadian, Kota Gorontalo 12 kejadian, Kabupaten Gorontalo Utara 7 kejadian, dan Kabupaten Boalemo 2 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Pohuwato tidak tercatat adanya kejadian dalam periode tersebut.
Hifny menjelaskan, dalam penanganan kejadian kebakaran lahan, BPBD Provinsi Gorontalo bersinergi dengan BPBD kabupaten/kota, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta unsur TNI/Polri. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Laporan Pusdalops mencatat unsur-unsur tersebut terlibat dalam sejumlah penanganan kejadian kebakaran lahan.
“Penanganan kebakaran lahan membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami terus mendorong koordinasi dan respons cepat ketika ada laporan kejadian di lapangan,” jelasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam apabila melakukan aktivitas yang menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
Hingga 6 September 2026, laporan Pusdalops PB mencatat kejadian terbaru berada di Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penanganan melibatkan BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, Damkar, serta TNI/Polri.
BPBD Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa tingginya kejadian kebakaran lahan harus menjadi perhatian bersama. Peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api dinilai sangat penting, disamping kesiapsiagaan dan respons cepat petugas di lapangan.
Dengan tercatatnya 77 kejadian dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran lahan.
Berikut ini kejadian kebakaran lahan di Provinsi Gorontalo selama periode 25 Juli hingga 6 September 2026:
Kabupaten Gorontalo: 23 kejadian
Kabupaten Gorontalo Utara: 7 kejadian
Kabupaten Boalemo: 2 kejadian
Kabupaten Pohuwato: 0 kejadian
Kabupaten Bone Bolango: 33 kejadian
Kota Gorontalo: 12 kejadian
Total: 77 kejadian (mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....