BPBD Gorontalo Ajak Lintas Sektor Susun Rencana Penanggulangan Bencana
- 05 Sep 2026 21:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sebagai langkah strategis menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Gorontalo.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata.
“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menghimpun masukan, serta memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam menyusun RPB yang komprehensif, terukur dan aplikatif,” kata Syahbuddin, Sabtu, 5 September 2026.
Syahbuddin mengungkapkan jika instansinya barus aja menggelar sosialisasi penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) pada Selasa (1/9/2026). Menurutnya penyusunan RPB tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh BPBD. Dibutuhkan keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, salah satu tujuan sosialisasi tersebut adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara dan tahapan penyusunan RPB, sekaligus membangun koordinasi serta komitmen bersama dalam pemenuhan data dan integrasi program penanggulangan bencana.
"Penyusunan RPB diharapkan mampu menyinkronkan kebijakan penanggulangan bencana mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota," ujar syahbuddin.
Dalam kegiatan tersebut para peserta mendapatkan materi dari Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo yang membahas kebijakan legislatif serta dukungan penganggaran daerah dalam penanggulangan bencana.
Sementara itu, narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan materi mengenai arah kebijakan penanggulangan bencana di tingkat nasional serta teknis penyusunan RPB.
Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Gorontalo berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu.
RPB nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi acuan bersama dalam menentukan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi hingga penanganan bencana di Provinsi Gorontalo.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, upaya mewujudkan Gorontalo yang lebih tangguh menghadapi bencana diharapkan dapat dilakukan secara terencana, terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur lintas sektor. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menghimpun masukan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyusunan dokumen RPB yang komprehensif, terukur dan aplikatif.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata, menyampaikan bahwa RPB merupakan dokumen perencanaan yang sangat penting dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan upaya pengurangan risiko bencana.
Menurut Syahbuddin, karakteristik wilayah Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai jenis bencana membutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama dari seluruh pihak.(mcgorontaloprov/ppid)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....