Pangan yang Terbuang Masih Memiliki Zat Gizi Dapat Dimanfaatkan
- 04 Sep 2026 07:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pangan yang terbuang juga berarti hilangnya potensi zat gizi yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, M Jamal Nganro, Kamis, 3 September 2026.
Jamal Nganro mengungkapkan, berdasarkan kajian Bappenas, timbulan sisa pangan di Indonesia berada pada angka yang sangat besar dan berpotensi memberikan dampak ekonomi maupun lingkungan.
Karena itu, upaya penyelamatan pangan perlu dilakukan secara sistematis. Prioritas pertama adalah mencegah terjadinya sisa pangan atau pemborosan pangan melalui koordinasi, advokasi, kebijakan, sosialisasi, promosi dan edukasi.
“Pangan berlebih yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan melalui donasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar M Jamal Nganro.
Jamal juga menekankan pentingnya penyelamatan pangan dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penanganan sisa pangan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan pelaksanaan program tersebut turut memperhatikan aspek lingkungan.
Sementara itu, Kepala DKPTPH Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario, menilai gerakan penyelamatan pangan membutuhkan sinergi nyata antar-sektor.
Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan, mendorong kebijakan serta membangun kesadaran masyarakat dan pelaku usaha.
“Gerakan penyelamatan pangan harus dimulai dari perubahan cara kita memperlakukan pangan. Pangan yang masih layak konsumsi jangan sampai berakhir menjadi sampah. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, perhotelan, distributor, akademisi, komunitas dan masyarakat untuk membangun sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan dan tidak boros,” kata Muljady.
Ia menambahkan, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan Academics, Business, Community, Government, and Media (ABCGM).
“Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun langkah strategis dan rencana aksi bersama dalam mengurangi food loss dan food waste,” ujar Muljady.
Gerakan penyelamatan pangan juga diarahkan untuk mencegah pangan yang masih baik dan aman dikonsumsi terbuang menjadi sampah, baik di tingkat petani, retail, hotel, toko makanan, restoran, katering, industri pangan maupun rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga didorong untuk memahami bahwa apabila pangan sudah tidak dapat diselamatkan sebagai pangan, pemanfaatannya tetap dapat diarahkan untuk kebutuhan lain, seperti pakan, bahan industri maupun kompos, sebelum menjadi pilihan terakhir untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Pertemuan koordinasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan penguatan koordinasi dan langkah bersama dalam mencegah serta mengurangi sisa pangan di Provinsi Gorontalo.
Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong lahirnya kesadaran bersama bahwa menyelamatkan pangan bukan sekadar mengurangi jumlah makanan yang terbuang, tetapi juga menjaga nilai ekonomi, gizi, lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan bagi masyarakat. (mcgorontaloprov/oman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....