Peran Petani Muda Jadi Kunci Menjaga Ketahanan Pangan di Gorontalo
- 08 Sep 2026 20:25 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Peran generasi muda dalam sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut menjadi topik utama dalam program “Tamu Kita” RRI Pro 1 Gorontalo dengan tema “Peran Petani Muda dalam Menjaga Ketahanan Pangan di Gorontalo”, yang disiarkan langsung dari studio 1 RRI Gorontalo.
Dialog yang berlangsung pukul 16.00–16.50 WITA tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang pertanian serta ketahanan pangan.
Narasumber yang hadir yakni Hafri Syam Masyhur, Kepala Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Gorontalo; Ishak Talango, Penyuluh Pertanian Ahli Madya pada BPP SDMP Kementerian Pertanian, CWS Kabupaten Gorontalo Utara; serta Jamaluddin Hamid, praktisi pertanian. Dialog dipandu oleh Nurainsyah Banggai sebagai presenter.
Dalam dialog tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian. Regenerasi petani menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian, mengingat generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi, teknologi, serta pola usaha pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Peran pemuda sangat dibutuhkan dengan kemajuan teknologi, dimana Kementerian saat ini sedang melaksanakan program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) yang menggunakan teknologi budidaya serta berperan dalam memperpendek rantai pasok dalam bisnis jual beli hasil komoditi", ungkap Hafri, Senin, 7 September 2026.
Dalam dialog tersebut berkembang isu terkait percepatan program PMAAS untuk meningkatkan produksi terhadap ketahanan pangan, dimana Provinsi Gorontalo ditetapkan target seluas 6.575 hektar.
Dari sisi ketahanan pangan, keberadaan petani muda menjadi semakin penting karena ketersediaan pangan yang aman, bermutu dan berkelanjutan sangat bergantung pada keberlangsungan sektor pertanian.
"Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak melalui peningkatan kapasitas, pendampingan, akses teknologi, informasi, pasar, serta penguatan kelembagaan petani.
Sementara itu, Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Gorontalo terus mendorong pentingnya penerapan aspek mutu dan keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi pangan", pungkas Hafri.
Melalui dialog interaktif ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Gorontalo yang tertarik dan berani menjadikan pertanian sebagai sektor masa depan. Petani muda bukan sekadar penerus, tetapi merupakan bagian penting dari solusi dalam mewujudkan ketahanan pangan Gorontalo yang kuat, mandiri dan berkelanjutan. (mcgorontaloprov/oman)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....