DKPTPH Gorontalo Awasi Keamanan Pangan di Lima SPPG Kabupaten Pohuwato
- 10 Sep 2026 08:44 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - — Tim Pengawas dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo melaksanakan pengawasan keamanan pangan segar pada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pohuwato.
Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat penjaminan keamanan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lima SPPG yang menjadi sasaran pengawasan yakni SPPG Patilanggio, SPPG Duhiadaa, SPPG Marisa Utara, SPPG Marisa Utara 4, dan SPPG Marisa Botubilotahu.
Kegiatan pengawasan mencakup pemeriksaan penyimpanan dan penanganan bahan baku pangan segar, sanitasi dan higiene gudang penyimpanan, pengendalian suhu, serta pendataan pemasok bahan pangan segar.
Dari hasil pengawasan, Tim Pengawas menemukan sejumlah aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan. Di antaranya kapasitas chiller yang melebihi batas sehingga pintu tidak dapat tertutup rapat, penggunaan kantong plastik yang belum sesuai standar food grade untuk tempe dan sayuran iris, serta kebersihan wortel dan proses sortasi kacang hijau yang masih perlu dioptimalkan.
Tim juga menemukan beberapa kondisi yang berpotensi menimbulkan kontaminasi silang, seperti penempatan telur yang berdekatan dengan sayuran yang sedang diiris serta timun kupas yang diletakkan di dekat sampah plastik kemasan.
Pada aspek penanganan bahan baku, ditemukan ayam beku yang masih dicairkan dengan cara direndam dalam air. Selain itu, terdapat kemasan bahan pangan yang mengalami kebocoran sehingga perlu mendapat perhatian untuk mencegah potensi kontaminasi.
Sementara itu, pada bahan pangan berupa kacang tanah ditemukan adanya penurunan mutu dari pemasok. Kondisi tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan penggantian produk.
Dari sisi fasilitas dan pengendalian suhu, beberapa ruang penyimpanan masih memiliki keterbatasan ruang. Suhu ruangan juga tercatat sekitar 30°C karena belum dilengkapi pendingin ruangan (AC). Selain itu, dokumentasi pemantauan suhu ruangan, freezer, dan chiller secara rutin masih perlu dilengkapi dan dioptimalkan.
Kepala Bidang Kerawanan, Penganekaragaman dan Keamanan Pangan DKPTPH Provinsi Gorontalo, Irawati Hz. Adam, mengatakan pengawasan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bahan pangan dan praktik penanganannya, tetapi juga mencakup aspek ketertelusuran melalui pendataan pemasok bahan pangan segar.
“Pendataan pemasok ini penting untuk mendukung ketertelusuran bahan pangan, sehingga sumber bahan baku dapat diketahui dengan jelas dan memudahkan identifikasi apabila di kemudian hari ditemukan permasalahan terkait keamanan maupun mutu pangan,” ujar Irawati, Rabu, 9/September 2026.
Menurutnya, ketertelusuran menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan sistem pengawasan keamanan pangan, khususnya dalam mendukung penyediaan makanan yang aman dan bermutu bagi penerima manfaat Program MBG.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, Tim DKPTPH mendorong pengelola SPPG untuk terus melakukan perbaikan, khususnya dalam penataan ruang dan bahan pangan, penerapan sanitasi dan higiene, pengendalian suhu penyimpanan, penggunaan kemasan yang sesuai, serta pencatatan dan dokumentasi pemantauan secara berkala.
Pengawasan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat penerapan keamanan pangan pada penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pohuwato, sehingga bahan pangan yang digunakan maupun makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tetap memenuhi aspek keamanan dan mutu pangan. (mcgorontaloprov/oman)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....