Hadapi Perubahan Iklim, Disparekrafpora Jalin Kerja Sama dengan SKALA

  • 20 Agt 2026 22:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) menjalin kerja sama dengan Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dalam memperkuat tata kelola destinasi wisata yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya merespons isu perubahan iklim.

Kerja sama tersebut dibahas melalui koordinasi antara SKALA dan Disparekrafpora, dengan fokus pada dukungan terhadap pengelolaan destinasi, pengembangan ekonomi kreatif, wisata bahari, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan isu perubahan iklim memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sektor pariwisata. Karena itu, pengelolaan destinasi harus memperhatikan keseimbangan antara peningkatan aktivitas wisata, manfaat ekonomi masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata berkelanjutan bukan hanya bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana destinasi tetap terjaga dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Sultan, Rabu, 19 Agustus /2026.

Menurutnya, prinsip keberlanjutan tersebut dapat diperkuat melalui penerapan Sapta Pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat dan pengelola destinasi untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.

Sultan menambahkan, penguatan tata kelola destinasi juga membutuhkan peran aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pengelola destinasi perlu memiliki kesadaran terhadap berbagai persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem di kawasan wisata.

Selain tata kelola destinasi, pengembangan ekonomi kreatif juga diarahkan untuk mendukung prinsip ramah lingkungan. Produk-produk ekonomi kreatif di destinasi dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan yang lebih berkelanjutan, termasuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Ekonomi kreatif di destinasi juga harus memperhatikan lingkungan. Kita ingin produk masyarakat memiliki nilai ekonomi, tetapi tetap mendukung upaya menjaga lingkungan,” jelasnya.

Konsep pariwisata berkelanjutan tersebut juga sejalan dengan pengembangan Geopark Gorontalo, yang mengintegrasikan potensi geologi, keanekaragaman hayati, budaya, konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan geopark menjadi salah satu pendekatan dalam menjaga potensi alam dan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kerja sama juga dapat diperkuat melalui program LAUTRA, khususnya dalam pengembangan destinasi wisata bahari di kawasan pesisir Teluk Tomini. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam koordinasi tersebut turut mengemuka aspirasi dari pelaku wisata bahari, penyelam (divers), dan Pokdarwis terkait pengembangan event underwater. Event tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Gorontalo. (mcgorontaloprov/ana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....